Libur Idul Adha, Berkah Pelaku Usaha di Pantai Onaria
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Tiga hari berturut-turut kunjungan wisatawan ke Pantai Onaria mencapai lebih dari seribu orang. Sejak Jumat (31/7) hingga Minggu (2/8) rata-rata kunjungan wisatawan mencapai 500 orang per hari. Padatnya jumlah wisatawan yang menikmati suasana destinasi wisata bahari tersebut jadi berkah bagi pelaku usaha.
Muhktar, pedagang jeruk siam segar asal Pasir Sakti,Lampung Timur menyebut mendapat omzet cukup menjanjikan. Membawa sebanyak 500 kilogram jeruk segar sejak pagi ia menyebut berhasil menjual sebanyak 300 kilogram. Jeruk yang dijual seharga Rp10.000 per kilogram tersebut menurutnya memberi omzet Rp3juta. Berjualan dengan mobil memudahkannya memasarkan jeruk segar.
Meski berhasil menjual sebanyak 300 kilogram Muhktar menyebut jumlah tersebut lebih sedikit dibanding dua hari sebelumnya. Saat liburan lebaran Idul Adha 1441 Hijriyah hari pertama ia bisa menjual sekitar 500 kilogram pada sebanyak dua lokasi objek wisata di pantai Onaria dan pantai Agro di Legundi. Dibantu sang adik ia membagi tugas untuk memasarkan jeruk siam yang disukai wisatawan.
“Kami berbagi tugas menjual jeruk segar pada objek wisata bahari, cuaca sedang panas sehingga cocok untuk menawarkan buah segar didukung meningkatnya kunjungan wisatawan untuk menikmati liburan panjang Idul Adha puncaknya hari Minggu ini,” papar Muhktar saat ditemui Cendana News, Minggu (2/8/2020).

Muhktar menyebut selama tiga hari berjualan ia bisa menjual jeruk segar sekitar satu ton lebih. Sebagian besar buah jeruk terjual pada lokasi wisata namun sebagian dibeli oleh masyarakat di sepanjang Jalan Lintas Timur. Puncak musim buah jeruk dari perkebunan di Lampung Timur bertepatan dengan libur panjang membuat omzet mengalami kenaikan. Ia bisa mengantongi Rp10juta dalam waktu tiga hari.
Selain pedagang buaj jeruk segar, sejumlah pedagang kuliner makanan tradisional alami keuntungan berlipat. Hasanah, pedagang bakso dan mi ayam di Pantai Onaria menyebut ia bisa menjual sekitar ratusan porsi bakso dan mi ayam. Pada kondisi normal ia hanya bisa menjual sekitar puluhan porsi bakso dan mi ayam. Sebab selama tiga hari libur panjang Idul Adha kunjungan wisatawan bisa mencapai lebih dari seribu orang.
“Kunjungan rata-rata lebih dari 500 orang per hari namun terbagi dalam dua gelombang saat pagi hingga siang dan sore hingga jelang maghrib,” paparnya.
Lokasi pantai yang berada di dekat Jalan Lintas Timur Sumatera membuat akses lebih mudah dijangkau. Selain dirinya, Hasanah menyebut sejumlah pelaku usaha kuliner mencoba peruntungan. Pedagang yang melakukan aktivitas berjualan diantaranya pedagang minuman es kelapa,es tebu dan sejumlah minuman.

Pelaku usaha jasa penyewaan ban dalam sebagai pelampung ikut alami keuntungan berlipat. Regen, penyedia penyewaan ban sebagai pelampung memastikan bisa menyewakan sebanyak 30 ban perhari. Menyiapkan sebanyak 50 ban rata rata selama tiga hari liburan ia bisa mengantongi hasil Rp250.000 hingga Rp300.000. Sebab ban disewakan ukuran kecil Rp5.000,sedang Rp10.000 dan besar Rp15.000.
“Omzet meningkat jika dibandingkan hari biasa karena wisatawan anak-anak memanfaatkan ban untuk pelampung saat berenang,” cetus Regen.
Saat libur akhir pekan dalam hari biasa Regen menyebut hanya menyewakan sekitar belasan ban dalam. Puncak liburan Idul Adha menurutnya menjadi berkah karena pemakai ban dalam cukup banyak. Puncak libur Idul Adha dari sebanyak 50 ban yang disewakan hanya tersisa sebanyak 5 ban ukuran besar. Penggunaan ban menurutnya berfungsi untuk pengaman anak anak yang belum bisa berenang.
Nyoman Bagio, salah satu petugas perlindungan masyarakat (Linmas) menyebut puncak kunjungan wisatawan ke Pantai Onaria mencapai 500 orang. Petugas penjaga tiket memasang tarif Rp15.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp25.000 untuk kendaraan roda empat. Seluruh pengunjung Pantai Onaria menurutnya diwajibkan memakai masker sebagai bagian penerapan protokol kesehatan.
“Pengelola menyediakan masker sehingga bisa dibeli bagi wisatawan yang tidak memakai masker,” cetusnya.
Pengelolaan Pantai Onaria menurutnya melibatkan unsur Linmas desa. Sebab akses masuk pantai tersebut menggunakan akses jalan desa. Penghasilan dari tiket masuk kunjungan wisatawan masuk ke kas desa Tridharmayoga dan berguna untuk sejumlah pemeliharaan fasilitas wisata di pantai timur Lamsel tersebut.