Kematian Global Akibat COVID-19 Disumbang Amerika Latin 30 Persen
BOGOTA – Infeksi COVID-19 di Amerika Latin terus meningkat, dengan lebih dari 4,7 juta kasus dan 196.000 kematian. Angka tersebut menunjukan, hampir 30 persen kematian global akibat virus tersebut terjadi di wilayah tersebut.
Jumat (31/7/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan adanya rekor peningkatan infeksi virus corona secara global dalam periode 24 jam. Ada peningkatan sebesar 292.527 kasus, dengan jumlah kematian melampaui 675.000 kasus.
Data Johns Hopkins University, yang berbasis di Amerika Serikat (AS), ada hampir 17,5 juta infeksi dengan lebih dari 677.000 kematian karena COVID-19. AS memiliki kematian terbanyak dengan 153.268 kasus, diikuti oleh Brazil dengan 92.475 kasus.
Di Brazil, Presiden Jair Bolsonaro mengatakan, dia merasa lemas setelah menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk menjalani isolasi, setelah tertular virus corona. “Saya melakukan tes darah. Saya merasa agak lemas kemarin. Mereka menemukan sedikit infeksi juga. Sekarang saya sedang minum antibiotik. Pasti selama 20 hari di dalam rumah, kami menemukan hal-hal lain. Saya telah mengidentifikasi jamur di paru-paru saya,” kata Bolsonaro.
Jair Bolsonaro telah menghabiskan hampir 20 hari masa isolasi, setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona pada 7 Juli. Dan akhirnya pengujian menunjukkan hasil negatif pada 25 Juli lalu. “Dalam kasus khusus saya, pertama saya berterima kasih kepada Tuhan dan, kedua, obat yang diresepkan oleh dokter presiden yaitu hydroxychloroquine,” kata Bolsonaro.
Seiring pulihnya Bolsonaro, [ernyataan dari istana kepresidenan menyebut, istrinya justru dinyatakan positif COVID-19 pada Kamis (30/7/2020). Di Brazil, lebih dari 92.000 orang dinyatakan meninggal karena COVID-19. Dan lebih dari 2,6 juta orang telah dinyatakan positif terinfeksi.
Pihak berwenang di Peru menyebut, sedang menyelidiki apakah negara itu gagal menghitung 27.253 kasus kematian yang disebabkan oleh virus. Sebuah angka yang disebut-sebut jumlahnya bisa lebih dari dua kali lipat dari jumlah kematian resmi. Negara tersebut melaporkan lebih dari 400.000 kasus infeksi dengan 18.816 kematian.
Sedangkan di Kolombia, kasus COVID-19 telah meningkat dengan wabah yang mencatat beberapa kasus harian tertinggi sepanjang minggu. Negara itu telah melampaui angka 10.000 kematian pada Jumat (31/7/2020) tepatnya di angkat total 10.105 kematian. (Ant)