Kambing Saanen DCML Cilongok Sudah Beranak Tiga Ekor
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BANYUMAS – Ternak Kambing Saanen yang dikelola Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas sudah beranak tiga ekor. Kambing kecil tersebut usianya masih belum genap satu bulan, sehingga masih memerlukan perawatan intensif.
Ada 37 ekor Kambing Saanen di lokasi Dapur Komunal Cilongok. Terdiri dari dua ekor kambing jantan dan 35 kambing betina. Ternak Kambing Saanen ini dibagi dalam tiga kategori, yaitu kambing yang untuk pembesaran, kambing perah yang diambil susunya dan kambing untuk pembibitan.
Kepala Pengelola Dapur Komunal Cilongok, Tri Riyanto, mengatakan, jenis Kambing Saanen merupakan kambing yang menghasilkan kualitas susu yang bagus. Dan kambing tersebut bukan termasuk jenis kambing potong yang dikonsumsi dagingnya.
“Jadi kambing ini kita maksimalkan untuk diambil susunya dan untuk pembibitan. Alhamdulillah sekarang sudah beranak tiga ekor dari dua kambing betina, satu kambing ada yang beranak dua sekaligus,” kata Tri Riyanto, Sabtu (22/8/2020).
Sebagai kambing ternak yang diambil susunya, makanan kambing sangat diperhatikan. Pada pagi hari, kambing diberikan makanan dari jagung yang dicacah kemudian difermentasi selama dua minggu. Makanan tersebut sebagai asupan vitamin dan bagus untuk memperkuat daya tahan kambing. Sedangkan untuk sore hari, kambing diberikan makanan dari daun-daun hijau.
“Setiap hari ada yang menyuplai daun-daun hijau ke sini untuk stok makanan kambing saat sore hari, kita sudah berlangganan dengan salah satu pencari rumput di daerah sini,” jelasnya.
Saat ini usia kambing jantan dan betina di Dapur Komunal Cilongok sudah masuk 2-3 tahun. Usia tersebut merupakan usia produktif bagi kambing untuk beranak dan menghasilkan susu.
Sementara itu, salah satu pekerja yang mengurusi Kambing Saanen, Arif mengatakan, selain makanan fementasi jagung dan dedauanan hijau, pada setiap sudut kandang kambing juga diberi tabung kecil dari bambu yang di dalamnya diberi larutan garam.

Kambing akan rutin menjilat tabung bambu tersebut. Menurut Arif, larutan garam juga bagus untuk daya tahan kambing, dimana larutan garam menjadi sumber natrium untuk kambing.
“Mineral seperti garam tidak bisa diproduksi sendiri oleh kambing, karena itu harus diberi dari luar, sehingga kita sediakan tabung bambu yang diberi larutan garam di dalamnya. Jika kambing kekurangan mineral, maka akan terjadi penyusutan berat badan dan produksi susu juga menurun,” jelasnya.