Jabar Terus Petakan Sebaran SARS-CoV-2

Editor: Koko Triarko

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jabar, Daud Achmad, Jumat (14/8/2020). –Foto: M Amin

BANDUNG –  Gugus Tugas Jawa Barat intens melakukan pelacakan dan pengetesan Covid-19, untuk memetakan sebaran SARS-CoV-2, virus penyebab sekaligus memutus mata rantai penularannya. 

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan lonjakan kasus positif Covid-19 berpotensi terjadi seiring dengan masifnya pelacakan dan pengetesan. Selain itu, meningkatnya mobilitas dan mispersepsi warga terhadap Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pun berpotensi meningkatkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ada mispersepsi di masyarakat. Masyarakat masih mengira kami sudah kembali ke masa normal,” kata Daud Achamd, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Jabar, Jumat (14/8/2020).

Padahal, imbuhnya, masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, peningkatan juga karena tes yang masif dilakukan.

Menurut Daud, pengetesan masif dapat mempercepat Gugus Tugas Jabar melacak pasien positif tanpa gejala. Hal tersebut akan mempermudah Gugus Tugas melacak dan memblokade sebaran Covid-19 agar tidak meluas.

Dari orang yang positif, gugus tugas terus melakukan pelacakan kontak erat. Dari kontak erat, maka akan diketahui siapa yang harus dirawat, mana yang harus melakukan isolasi mandiri, atau isolasi di tempat isolasi. Masyarakat pun diimbau harus disiplin terapkan protokol kesehatan.

Hingga kini, Gugus Tugas Jabar sudah melakukan pengetesan (testing) metode uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR) sebanyak 183.542.

Sebelumnya, Penanggungjawab Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jabar, Ryan B Ristandi, menyatakan, kemampuan pengetesan Labkes Jabar per hari berada di angka 1.500-2.000 spesimen.

Menurutnya, Gugus Tugas Jabar konsisten meningkatkan kapasitas pengetesan dengan menyiapkan laboratorium satelit.

“Kami tetap melakukan pembagian jadwal dengan 3 sif, dengan kami ada kurang lebih 70 karyawan berkolaborasi Labkes Jabar dengan ITB,” kata Ryan,

Waktu yang dibutuhkan untuk mengetes satu sampel, kata Ryan, sekitar 2 sampai 3 hari. Dengan waktu pengetesan yang cepat, potensi sebaran Covid-19 dapat lebih ditekan.

Ryan mengimbau kepada masyarakat yang menjalani swab test untuk mengisolasi diri mandiri selama hasil tes belum keluar. Hal tersebut dilakukan supaya hasil tes akurat.

“Pada saat masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan setelah dilakukan swab, yang kami takutkan adalah masyarakat terpapar Covid-19. Jadi, hasil tes tidak lagi akurat,” katanya.

Berdasarkan data PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar) kemarin hingga pukul 12:30 WIB, 4.554 pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh. Sementara jumlah pasien positif 7.803 orang, 3.016 pasien positif aktif, dan 233 meninggal dunia.

Sedangkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 12.447, selesai pengawasan 11.891 orang, dan pasien masih dalam pengawasan sebanyak 556 orang. Untuk ODP sebanyak 57.732 orang, selesai pemantauan 56.359 orang, dan orang masih dalam pemantauan sebanyak 1.373 orang.

Lihat juga...