Hujan Saat Kemarau Dimungkinkan Terjadi di Sejumlah Wilayah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Memasuki dasarian ke tiga Agustus 2020, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ada beberapa wilayah yang masih memiliki peluang lebih dari 80 persen untuk mendapatkan sedikit curah hujan. 

Kasubbid Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, menyatakan wilayah yang masih berpotensi mendapatkan sedikit curah hujan yang utama adalah daerah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.

“Wilayah lain yang juga bisa adalah di sebagian Bengkulu, sebagian kecil Sulawesi Selatan sebelah selatan, Maluku selatan, dan sebagian kecil Papua bagian selatan,” kata Siswanto, saat dihubungi, Selasa (25/8/2020).

Ia menyatakan, saat ini telah dilaporkan adanya kekeringan dan kekurangan sumber daya air di sebagian Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

Kasubbid Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, -Dok: CDN

“BMKG telah mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis dengan status peringatan AWAS, untuk di antaranya di sebagian besar NTB, NTT, sebagian Madura, dan sebagian kecil Bali, Buleleng,” ujarnya.

Siswanto menjelaskan, pada musim kemarau, bukan berati tidak ada hujan sama sekali. Bahkan, curah hujan tinggi masih dapat terjadi.

“Adanya perkembangan dinamika cuaca akibat hadirnya pola gangguan atmosfer di wilayah ekuator tropis, dapat menghasilkan hujan di wilayah-wilayah yang tengah mengalami musim kemarau,” ucapnya.

Terlebih lagi, lanjutnya, bagi wilayah-wilayah dengan pola hujan lokal atau anti monsunal, justru saat ini adalah bulan-bulan di mana hujan mengalami puncak (maksimum) intensitasnya, seperti Maluku dan sebagian Papua kepala burung.

“Demikian pula untuk wilayah dengan pola hujan ekuatorial yang biasa mendapatkan hujan sepanjang tahun dengan dua kali puncak hujan, seperti sebagian Sulawesi Tengah dan Tenggara, sebagian Aceh dan Sumatra Utara serta Pesisir Barat Sumatra, juga sebagian Kalimantan dekat garis khatulistiwa, di mana hujan masih terus terjadi,” ucapnya lebih lanjut.

Ia mencontohkan, beberapa peristiwa hujan batu es yang dilaporkan dari beberapa daerah. “Itu karena adanya awan cumulunimbus dengan golakan konvektif yang kuat,” kata Siswanto.

Ia menyatakan, BMKG mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi, yaitu dengan peluang lebih besar dari 80 persen untuk wilayah yang masuk kategori AWAS pada dasarian II Agustus 2020, yaitu untuk wilayah di wilayah Papua bagian tengah, Nabire dan sekitarnya.

“BMKG mengimbau  Pemerintah Daerah, pengambil keputusan dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau, terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih, sekaligus antisipatif terhadap potensi curah hujan tinggi di beberapa wilayah,” pungkasnya.

Lihat juga...