Embung Tumpuan Petani Maksimalkan Sawah Kala Musim Gadu

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Keberadaan embung pada lahan rawa di wilayah Lampung Timur (Lamtim) dukung sektor pertanian kala kemarau atau gadu. Daryanto, petani penanam padi di Desa Brajayekti, Kecamatan Braja Selebah menyebut kendala air kerap dialami petani  dan salah satu upaya petani mengatasi hal tersebut dengan mempertahankan.

“Saat kemarau atau musim tanam gadu kebutuhan akan air untuk irigasi persawahan sangat penting, kerap harus berbagi dengan petani lain namun jika embung dipertahankan maka satu musim tanam hingga panen tidak akan kesulitan air,” terang Daryanto saat ditemui Cendana News, Rabu (5/8/2020)

Keberadaan embung sebagai penjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan juga sumber bahan makanan. Daryanto menyebut di wilayah Braja Selebah merupakan kawasan penghasil ikan tawar. Jenis ikan betok, ikan gabus, limbat yang di wilayah lain sulit ditemukan masih bisa dipancing.

Sebagian warga memanfaatkan embung untuk pembuatan kolam. Tekhnik keramba dengan bambu, pembuatan kolam tanah memanfaatkan sumber air dari embung jadi sumber penghasilan. Dengan memelihara ikan nila, lele, mujaer dan emas bisa menjadi sumber kebutuhan pakan. Saat pandemi Covid-19 kegiatan memancing juga dapat menjadi hiburan menghindari kerumunan.

“Menyepi di kolam ikan dan melihat pemandangan hijaunya sawah tentunya memberi energi positif untuk daya tahan tubuh selama pandemi Covid-19,” terang Daryanto.

Petani lain bernama Sutiyo menyebut kawasan rawa membuat petani bisa bertahan kala musim tanam gadu. Pasokan air disebutnya tetap terjaga kala sejumlah hutan sumber pasokan air masih memiliki tanaman kayu. Saat penghujan air yang tertampung di embung bertahan hingga musim tanam berikutnya.

“Cara menjaga embung lestari tentunya dengan membersihkan dari gulma tanaman penyebab sedimentasi dan tidak membuang sampah,” terang Sutiyo.

Keberadaan embung menurut Sutiyo yang jauh dari permukiman warga berpotensi kelestarian terjaga. Sebab embung di dekat jalan dan permukiman kerap jadi lokasi pembuangan sampah liar. Kesadaran para petani dengan tidak membuang limbah pertanian jerami menjadi solusi mempertahankan embung. Sebab manfaat embung selain menjaga ekosistem rawa sekaligus sumber swasembada pangan.

Petani di Desa Negeri Agung,Kecamatan Gunung Pelindung bernama Basir mengaku irigasi tetap terjaga karena sumber mata air lestari. Daerah perbukitan di wilayah tersebut masih ditanami pohon yang menyerap air. Imbasnya meski kemarau panjang pasokan air bersih dan juga kebutuhan air untuk irigasi masih tercukupi kala kemarau.

“Kelestarian kawasan penyangga air tentunya bukan saja untuk air bersih namun juga untuk pertanian bahkan tetap bisa menanam padi kala gadu,” cetusnya.

Terjaganya saluran irigasi menurut Basir merupakan bagian dari proyek irigasi peninggalan zaman HM Soeharto, Presiden kedua RI. Saluran irigasi yang sebagian sudah rusak tersebut menjadi bukti kejayaan pertanian Pak Harto di wilayah tersebut. Dengan dibangun sejak puluhan tahun silam sebagian saluran irigasi mengalirkan air sungai Way Sekampung bagi lahan pertanian di Lamtim yang tetap menanam padi kala kemarau.

Lihat juga...