Beragam Cara Dilakukan Agar Anak Bisa Berwisata
Editor: Koko Triarko
PURWOKERTO – Meskipun beberapa objek wisata sudah mulai dibuka, namun diberlakukan aturan ketat, salah satunya adalah anak-anak dilarang untuk masuk. Karenanya, para orang tua di Purwokerto menyiasati wisata untuk balita dengan berbagai cara.
Diungkapkan Vivin, ibu muda asal Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, bahwa rutinitas di rumah membuat anak semata wayangnya sering merasa bosan. Sehingga tetap perlu sesekali diajak keluar rumah.
“Kalau ke tempat wisata, balita masih dilarang masuk, sehingga saya menyiasatinya dengan mencari tempat makan yang menyediakan area bermain terbuka untuk anak-anak. Salah satunya di sini, di Warung Watu Dukul, Baturaden,” tuturnya, Minggu (16/8/2020).

Di lokasi tersebut, selain menyuguhkan udara pegunungan dan pemandangan lereng Gunung Slamet, anak-anak juga disediakan beberapa permainan. Seperti ayunan, kemudian jumping animal atau mainan berbentuk menyerupai berbagai jenis hewan yang terbuat dari karet lentur dan bisa dinaiki oleh anak.
Di area parkir di pintu masuk, juga ada beberapa penjual balon. Balon yang dijual berukuran besar dan menyerupai berbagai tokoh dalam film kartun. Rata-rata anak yang mau masuk, akan membeli satu balon, karena warnanya yang mencolok menarik perhatian mereka.
Alhasil, area terbuka yang dipenuhi rumput hijau penuh dengan warna-warni balon dan anak-anak yang bermain. Suasananya sudah menyerupai tempat wisata, ada yang naik ayunan, ada yang bermain kejar-kejaran dan ada yang bermain balon serta jumping animal. Semua anak didampingi oleh orang tua masing-masing.
“Lokasinya sangat sederhana dan permainannya juga tidak banyak, tetapi bisa membuat anak-anak merasa senang dan kebutuhan berwisata mereka terpenuhi. Minimal bisa membuang kejenuhan selama pandemi ini, karena sudah lima bulan kita tidak bisa mengunjungi tempat wisata sama sekali,” kata Vivin.
Hal yang sama juga dikatakan ibu dua anak, Herlina, yang mengatakan anak-anaknya merasa sangat terhibur dan gembira. Naik ayunan sambil memegang balon besar dan sesekali disuapi untuk makan siang, sudah menjadi wisata tersendiri bagi balita.
“Yang dibutuhkan mereka sebenarnya adalah suasana yang berbeda dengan di rumah, meskipun hanya sebentar, itu sudah cukup untuk membuang rasa bosan,” katanya.
Tempat makan dengan suasana pedesaan saat ini memang banyak bermunculan di kawasan wisata Baturaden, Purwokerto. Selain menjual makanan, pihak pengelola juga mengandalkan nuansa alam pegunungan sebagai penarik pengunjung, sehingga mereka menyediakan ruang terbuka hijau untuk sarana bermain anak. Hal ini sudah banyak dilakukan tempat-tempat makan di kawasan Baturaden tersebut.