Warga Lamsel Swadaya Bangun Akses Jalan Wisata

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Ratusan warga Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni swadaya membangun akses jalan wisata yang selama ini berupa jalan tanah dan berbatu. Perbaikan dilakukan dengan konstruksi batu dan semen. Namun imbas cuaca kerusakan kembali terjadi.

Sahbana, menikmati suasana ketinggian bukit Mega Kuning di dekat Pematang Malang Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (12/7/2020). Foto: Henk Widi

Sahbana, warga dusun setempat mengungkapkankan, perbaikan jalan dilakukan oleh warga untuk memudahkan akses ke spot wisata Batu Alif, Pematang Malang, Bukit Mega Kuning.

Sahbana menyebutkan, sebagai kawasan yang memiliki potensi keindahan alam, akses jalan wisata sangat penting. Wilayah yang menjadi sentra penghasil buah alpukat dan berbagai komoditas pertanian menjadi spot wisata agro dan minat khusus. Sebab dalam beberapa tahun terakhir penghobi wisata adventure atau petualangan memakai motor trail.

“Akses jalan yang digunakan untuk mobilitas warga sangat diperlukan dalam kegiatan pariwisata yang selama ini sulit diakses terutama ketika musim hujan,” terang Sahbana saat ditemui Cendana News, Minggu (12/7/2020).

Sejumlah spot wisata di Desa Kelawi menurut Sahbana didominasi pantai dan perbukitan. View ke arah pantai hingga ke pulau Jawa bisa dilihat melalui bukit Pematang Malang. Pada spot wisata pantai Batu Alif yang berada di dekat Dusun Kayu Tabu ia menyebut perjalanan kerap memakai perahu.

Sahbana menyebut warga yang bergotong royong dominan merupakan warga Kelawi. Namun juga dibantu warga yang berasal dari Kelaten Kecamatan Penengahan yang memiliki kebun di wilayah tersebut. M

“Pembuatan jalan dilakukan bertahap karena menggunakan dana swadaya nanti akan tersambung seluruhnya,” bebernya.

Bahtiar Ibrahim, Kepala Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni menyebut akses jalan wisata sangat penting. Selama ini pengunjung objek wisata alam di wilayah tersebut memanfaatkan akses jalan aspal dan rigid beton yang ada di desa tersebut.
Pengelolaan objek wisata dilakukan oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Sektor parwisata di desa tersebut menurutnya juga mendapat dukungan dari warga.

“Peran aktif masyarakat sangat diperlukan dengan ikut membantu penyiapan sarana salah satunya jalan,” terang Bahtiar Ibrahim.

Aksebilitas menuju objek wisata yang menghadirkan atraksi alam jadi sajian menarik untuk dikunjungi. Pembangunan jalan yang sebagian memakai dana desa (DD) diakuinya ikut mendorong peningkatan sektor pariwisata. Akses jalan yang lebih baik akan mendukung ekonomi masyarakat berbasis wisata.

Miang, salah satu pelaku usaha wisata pemilik homestay menyebut akses jalan sempat jadi kendala selama puluhan tahun. Sejak akses jalan ke sejumlah lokasi dibenahi kunjungan meningkat.

Selama masa pandemi Covid-19 sejumlah objek wisata sempat ditutup. Namun memasuki masa adaptasi kebiasaan baru objek wisata mulai dibuka. Pemesan homestay dominan merupakan wisatawan domestik dari wilayah Lampung.

Lihat juga...