Tiga Jenazah Korban Banjir Bandang Luwu Utara Terindentifikasi
MAKASSAR – Tiga dari tujuh jenazah korban banjir bandang di Luwu Utara, yang ditemukan tanpa indentitas berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan.
“Dari laporan perkembangan Basarnas di Posko DVI, tiga jenazah telah teridentifikasi, sisanya empat jenazah belum terindentifikasi,” ujar Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Makassar, Mustari di Makassar, Senin (20/7/2020).
Tiga korban tersebut masing-masing atas nama Mariana, perempuan berusia 45 tahun, Anwar Ashari laki- laki berusia 65 tahun, keduanya asal Desa Radda. Selanjutnya, Unas, laki-laki berusia 23 tahun asal Desa Pontaden.
Sementara operasi gabungan SAR hari ke delapan pascabencana, hingga Senin (20/7/2020) sore atau sampai operasi berakhir sementara, belum ada jenazah korban ditemukan. Operasi pencarian masih akan dilanjutkan pada Selasa (21/7/2020). Untuk data korban per-20 Juli 2020, jumlah korban sebanyak 1.590 orang, selamat 1.543 orang, meninggal dunia tidak bertambah atau masih 38 orang dan masih dalam pencarian sembilan orang. Tim yang diturunkan Gabungan SAR, serta 826 personel dari potensi SAR.
Sebelumnya, tim tanggap darurat penanggulangan bencana daerah memutuskan memperpanjang batas waktu pencarian korban hingga tiga hari ke depan. Mustari mengatakan, hal itu sesuai hasil rapat evaluasi dan koordinasi dengan bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim serta masyarakat. Kebijakannya merujuk prosedur penanganan tanggap bencana tujuh hari, namun masih bisa ditambah. “Dilihat lokasi dan masih ada korban yang hilang, sehingga pemda menambah tiga hari masa pencarian,” ujarnya.
Data sementara dari BPBD setempat tercatat sebanyak 14.438 jiwa dari total 3.627 kepala keluarga (KK) mengungsi. Sebanyak 4.202 unit rumah warga ikut terdampak, sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, rinciannya 12 masjid dan satu gereja. Fasilitas kesehatan rusak masing-masing satu puskesmas, satu laboratorium kesda dan satu unit PSC serta delapan kantor pemerintahan. Akses jalan yang terdampak, total sepanjang 12,8 kilometer, dan sembilan jembatan mengalami kerusakan. (Ant)