Rejang Lebong Butuh Tambahan 10.000 Vaksin HPR
REJANG LEBONG – Program vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) di Curup Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tahun ini membutuhkan penambahan 10.000 dosis vaksin HPR.
Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, drh Firi Asdianto mengatakan, vaksinasi HPR jenis anjing, kucing dan kera dilaksanakan mulai Januari hingga Juni 2020. Tercatat baru sekira 7.000-an ekor satwa yang divaksin, karena ketersediaan vaksin yang sangat terbatas.
“Saat ini jumlah HPR yang kita vaksin baru 7.000-an ekor, jika dibandingkan tahun 2019 lalu kita melakukan vaksinasi pada 17.000 ekor HPR. Kalau mau sama dengan tahun lalu kita butuh penambahan 10.000 dosis lagi,” tandasnya, Kamis (16/7/2020).
Kegiatan vaksinasi yang sudah dilaksanakan saat ini tidak bisa menjangkau seluruh HPR, yang ada di 15 kecamatan. Hanya bisa dilaksanakan sesuai dengan jumlah vaksin yang dikirim oleh Kementerian Pertanian sebanyak 7.250 dosis. Sedangkan bantuan vaksin yang diadakan oleh Pemprov Bengkulu maupun Pemkab Rejang Lebong, saat ini belum ada kejelasannya.
Pemerintah daerah masih fokus kepada penanganan pandemi COVID-19. “Stok vaksin yang ada di Puskeswan Curup saat ini berkisar 500 dosis, ini merupakan stok cadangan 2019 lalu. Stok ini hanya untuk pelayanan di Puskeswan Curup saja, tidak untuk vaksinasi massal,” terangnya.
Dari 15 kecamatan yang ada di Rejang Lebong, disebut Firi Asdianto, kecamatan yang sudah 100 persen mendapatkan vaksinasi massal baru lima yaitu, Kecamatan Curup Utara, Curup Selatan, Kecamatan Curup, Sindang Dataran dan Kecamatan Sindang Kelingi.
Sedangkan untuk Kecamatan Kota Padang, Sindang Beliti Ilir, Binduriang, Kecamatan Selupu Rejang, Bermani Ulu, Bermani Ulu Raya dan Kecamatan Padang Ulak Tanding baru terlaksana sebagian. Tiga kecamatan tercatat belum sama sekali mendapatkan vaksinasi yaitu, Kecamatan Curup Timur, Curup Tengah, Sindang Beliti Ulu.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta segera melaporkan jika ada warga yang menjadi korban gigitan HPR, agar bisa langsung mendapatkan penanganan. Hal itu untuk meminimalisir terinfeksi penyakit rabies. (Ant)