Mudik Idul Adha, KKP Panjang Pasang Thermoscanner di Bakauheni
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Mudik hari raya Iduladha 1441 Hijriah dengan tingginya mobilitas warga asal pulau Jawa menuju Sumatera terlihat di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel). Antisipasi virus Corona atau Covid-19 Kantor Kesehatan Kelas II Panjang, wilayah kerja Bakauheni memasang alat pendeteksi tubuh atau thermoscanner di pelabuhan Bakauheni.
Suwoyo, koordinator pelayanan KKP Kelas II Panjang, wilker Bakauheni menyebut thermoscanner di pasang pada terminal eksekutif. Melalui alat tersebut petugas bisa mengetahui tingkat suhu tubuh seseorang.
Alat tersebut dipasang sebagai cara mendeteksi sejak dini suhu tubuh seseorang. Bagi pendatang asal pulau Jawa yang akan masuk ke Lampung suhu tubuh akan terpantau.
“Setiap penumpang akan dipindai suhu tubuhnya dan kami melakukan pemeriksaan pada kartu kewaspadaan kesehatan elektronik yang bisa mendekteksi riwayat perjalanan dan kesehatan seseorang apakah pernah masuk zona merah penyebaran Covid-19 atau tidak,” terang Suwoyo saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (31/7/2020).
Pemantauan kepada penumpang melalui thermoscanner, e-HAC menurut Suwoyo untuk mitigasi virus Covid-19. Kewaspadaan dini tetap harus dilakukan meski saat ini calon penumpang menyeberang dengan kapal tidak diwajibkan memiliki surat bebas Covid-19. Namun penggunaan e-HAC berguna untuk memantau riwayat penyakit dan perjalanan seseorang.
Sebagai pintu masuk dari Jawa ke Sumatera dan pintu keluar dari Sumatera ke Jawa protokol kesehatan di pelabuhan dilakukan dengan ketat.
“Transaksi pembelian tiket telah dilakukan secara online sehingga penggunaan uang tunai bisa meminimalisir kontak fisik,” terang Suwoyo.
Koordinasi dengan petugas kapal sebanyak 28 unit kapal dioperasikan selama mudik Idul Adha 1441 Hijriah terus dilakukan. Petugas KKP kelas II Panjang Wilker Bakauheni melakukan penyiapan ruang observasi bagi penumpang di kapal yang memiliki suhu lebih dari 38 derajat celcius.
“Ruang observasi telah disediakan untuk melakukan pemantauan sebelum ada tindakan medis lanjutan,”papar Suwoyo.

Hendrik, salah satu pemilik usaha penjualan tiket elektronik menyebutkan, setiap pembeli tiket secara online dan isi ulang (top up) uang elektronik disediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Bagi sejumlah calon penumpang yang akan menyeberang sekaligus dianjurkan mengunduh aplikasi e-HAC untuk memantau kondisi perjalanan dan kesehatan calon penumpang.
“Selain membantu calon penumpang membeli tiket online kami juga memandu agar mengunduh e-HAC,” terang Hendrik.
Hendrik menyebut calon penumpang yang akan menyeberang kini tidak harus membawa surat bebas Covid-19. Sejumlah brosur telah dipasang pada lokasi penjualan tiket agar menyiapkan aplikasi e-HAC yang akan dicek oleh petugas kesehatan di pelabuhan Bakauheni. Pengisian kartu kewaspadaan kesehatan tersebut akan dipandu oleh petugas kesehatan sebelum naik kapal.