Minimalisir Plastik, Pembagian Daging Kurban Pakai Besek

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Proses pembagian daging kurban saat hari raya Idul Adha selain menerapkan protokol kesehatan menjadi cara meminimalisir kantong plastik.

Widodo, panitia pembagian daging kurban di Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) menyebut pihaknya telah menerima edaran terkait pelaksanaan kurban saat pandemi Covid-19.

Sesuai edaran dari Dinas Petenakan dan Kesehatan Hewan ia menyebut proses pembagian tidak memakai kupon. Sebab kupon berpotensi menimbulkan kerumunan warga. Selain itu proses pembagian daging kurban akan dilakukan mempergunakan besek bambu, daun pisang, daun jati, daun kelapa. Penggunaan besek bambu diakuinya telah dilakukan sejak tahun lalu.

Alternatif penggunaan besek, sarangan daun kelapa, pisang dan daun jati dipilih untuk meminimalisir penggunaan kantong plastik. Langkah tersebut cukup jitu untuk mengurangi sampah plastik yang berpotensi mencemari lingkungan. Besek bambu, sarangan daun kelapa, daun jati dan pisang lebih mudah terurai setelah digunakan.

“Aturan pembagian daging kurban tetap harus pakai masker, sarung tangan dan pelindung wajah, panitia yang dilibatkan juga tidak terlalu banyak agar tidak terjadi kerumunan,” terang Widodo saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (15/7/2020).

Widodo, panitia kurban di Dusun Bunut Utara Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi, Lampung Selatan saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (15/7/2020). -Foto Henk Widi

Widodo menyebut persiapan untuk penggunaan wadah non kantong plastik telah dilakukan. Pelaksanaan kurban disebutnya masih mengacu pada kebiasaan bagi jamaah Masjid Mambaul Huda. Jamaah diakuinya telah melaksanakan arisan kurban satu tahun terakhir dan mendapatkan dua ekor sapi, dua ekor kambing. Tambahan kambing berasal dari warga yang akan melakukan kurban.

Sebanyak 300 lebih besek bambu, sarangan daun kelapa sedang dalam proses pembuatan. Penggunaan daun pisang dan jati akan disiapkan pada hari pelaksanaan. Sebab daun pisang dan jati bisa disediakan dalam waktu mendadak. Namun besek bambu, sarangan daun kelapa dipersiapkan dua pekan sebelum hari raya kurban.

“Sebagian besek dan sarangan daun kelapa kami buat secara gotong royong,bisa menampung maksimal lima kilogram daging,” terang Widodo.

Meski prosedur pembagian daging kurban berbeda dari tahun sebelumnya, Widodo memastikan makna tidak berubah. Paket daging kurban yang akan dibagikan menurutnya menyesuaikan daftar warga penerima. Panitia akan melakukan pengiriman kepada warga. Wadah terbuat dari besek dan bahan ramah lingkungan jadi pilihan agar daging tidak terkontaminasi plastik.

Sugiyo, warga Desa Pasuruan,Kecamatan Penengahan menyebut menerima pesanan ratusan besek dan tenggok. Besek dan tenggok berbahan bambu rencananya akan dipakai oleh panitia kurban di sejumlah lokasi. Pesanan ratusan besek telah dikerjakan olehnya sejak awal Juli silam. Penggunaan wadah berbahan bambu menurutnya sangat praktis karena bisa dipakai berulang kali.

“Besek dan tenggok bambu yang dipakai untuk wadah daging kurban ramah lingkungan dan bisa dipakai kembali,” cetusnya.

Drh. Arsyad, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2020). -Foto Henk Widi

Penggunaan besek untuk wadah menurutnya semakin meningkat semenjak larangan pemakaian kantong plastik. Pengguna besek bambu dan tenggok diakui Sugiyo dominan para pedagang di pasar tradisional. Wadah ramah lingkungan tersebut dipakai pedagang kecambah dan produsen pembuatan ikan teri rebus dan ikan asin. Ia menjual besek seharga Rp2.000 dan tenggok mulai Rp10.000 per buah.

Terkait persiapan kurban, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamsel, Drh. Arsyad menyebut standar kesehatan hewan tetap diperhatikan. Pihaknya menyebut telah melakukan sejumlah pemeriksaan kepada hewan kurban yang dijual untuk dikurbankan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan bagi konsumen.

Penyembelihan hewan kurban saat pandemi disebutnya mengacu pada protokol kesehatan. Petugas disebutnya akan mengambil sampel daging kurban saat pelaksanaan untuk memeriksa potensi adanya cacing hati dan daging berpenyakit. Selain pemeriksaan kesehatan anjuran menggunakan kantong non plastik dilakukan untuk mengurangi sampah.

“Berbagai aturan yang positif untuk menjaga kebersihan lingkungan,menjaga kesehatan hewan tentunya sangat didukung,” paparnya.

Pada masa pandemi, Arsyad menyarankan agar penjualan ternak memanfaatkan sistem online. Saat proses pengecekan bisa dilakukan langsung. Saat hari raya panitia kurban diwajibkan mengatur warga yang akan membantu proses pemotongan hewan kurban. Pengaturan untuk pendistribusian dianjurkan memakai wadah ramah lingkungan.

Lihat juga...