Kebun Binatang Berlin Dilengkapi Rumah Hutan Tropis Indonesia
LONDON – Rumah hutan tropis bernuansa Indonesia hadir, di Kebun Binatang Berlin. Keberadaanya menambah koleksi satwa Indonesia di Alfred Brehm Haus, yang sekira 75 persen satwanya berasal dari Indonesia.
Dubes Indonesia di Jerman, Arif Havas Oegroseno, yang diminta Direktur Tierpark Berlin meresmikan pembukaan Rumah Hutan Tropis di kebun binatang yang berlokasi sekira 13 kilometer dari pusat Ibu Kota Republik Federal Jerman tersebut. Rumah Hutan Tropis ini merupakan peremajaan dari Alfred Brehm Haus, yang menjadi salah satu lokasi paling bersejarah di kebun binatang ini. “Suasana Indonesia di rumah hutan tropis Alfred Brehm dilengkapi dengan sejumlah hasil karya seni Indonesia,” ujar Pensosbud KBRI Berlin, Hannan Hadi.
Dubes Arif Havas Oegroseno mengatakan, kedekatan Indonesia dengan Kebun Binatang terbesar di Eropa, Tierpark Berlin, semakin meningkat. Dua tahun silam, Indonesia ikut memberikan nama empat bayi harimau Sumatera yang lahir di tempat tersebut. Saat dibuka pada 20 Juni 1963, Alfred Bfrehm Haus merupakan rumah kebun binatang terbesar di dunia. Namun sesuai dengan standar kebun binatang terkini, Alfred Brehm Haus perlu direnovasi, dan prosesnya memakan waktu sekira dua tahun.
Rumah tropis memiliki area di dalam gedung sekira 5300 meter persegi. Dilengkapi area udara terbuka sekira 2000 meter persegi. Keberadaanya memperkokoh representasi Indonesia di kebun binatang ini. “Kami senang, Indonesia bisa ambil bagian dalam peremajaan Alfred Brehm Haus,” ujarnya.
Dubes menyebut, ia dan Direktur Tierpark, Dr Andreas Knieriem mempunyai misi yang sama, melestarikan aneka flora dan satwa khususnya yang berasal dari daerah tropis. Renovasi Alfred Brehm Haus menjadi rumah hutan tropis didukung beberapa sponsor. Seperti Kementerian Keuangan Negara Bagian Berlin, Lotto Stiftung, dan Society of Zoo and Tierpark Patrons.
Diharapkan, masyarakat Jerman mengetahui, kedekatan Indonesia dan Jerman khususnya di bidang budaya yang sudah berlangsung sejak lama. Salah satunya, pelukis Indonesia Raden Saleh yang menetap di Maxen Jerman sekira tahun 1839-1845.
Hasil karyanya dikagumi pencinta seni di Jerman. Khusus di bidang pelestarian satwa, Indonesia dan Tierpark menjalin kerja sama pertukaran dan pembiakan satwa sejak 1972. Kerja sama itu terus berlanjut. Dan di 2013, Kementerian Kehutanan meminjamkan sepasang harimau Sumatera. Agustus 2018, empat bayi harimau lahir di Tierpark Berlin yang diberi nama Kiara, Oscar, Willi dan Seri.
Baru-baru ini, Tierpark menyepakati MoU dengan Taman Safari, Cisarua, dan Batu Secret Zoo, Malang. Direncanakan pada Desember 2020, Taman Safari Cisarua akan mengirimkan spesies golden cat. Sementara kebun binatang Batu Secret akan mengirimkan spesies beruang kaskus di 2021.
KBRI Berlin memberikan sejumlah patung dan atap rumah khas Indonesia menjadi bagian dari interior Alfred Brehm Haus. Tanaman dan satwanya mayoritas dari Indonesia. Hiasan interiornya Indonesia dan iklimnya direkayasa sesuai dengan iklim Indonesia. “Kita berharap para pengunjung dapat merasakan keindahan dan kekayaan alam Indonesia, yang pada akhirnya mendorong mereka berkunjung ke Indonesia,”demikian Dubes Oegroseno. (Ant)