Akibat Pandemi, Indonesia Kehilangan 12 Juta Wisatawan Mancanegara
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Di antara semua sektor ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19, industri pariwisata benar-benar merupakan yang paling terpukul. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia menurun hingga 12 juta dibandingkan tahun 2019 year on year (yoy).
“Dengan menurunnya jumlah wisman, praktis berdasarkan hitungan kami, Indonesia berpotensi kehilangan devisa yang diproyeksikan mencapai angka US$ 15 miliar (yoy),” ujar Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dalam kegiatan Webinar, Senin (27/7/2020) di Jakarta.
Lebih lanjut, Suharso menyoroti kondisi Pulau Dewata Bali sebagai salah satu destinasi terpopuler di dunia. Penurunan wisatawan menyebabkan ekonomi Bali terkontraksi, di mana pada kuartal I 2020 mengalami kontraksi sebesar -1,15 persen, di bawah pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 2,97 persen.
“Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Bali diperkirakan juga akan terkontraksi 49,2 persen sampai dengan 82,8 persen (yoy) pada tahun 2020, dengan penurunan terdalam terjadi pada triwulan II 2020,” tandas Suharso.
Menurut Suharso, saat ini pemerintah baik di level pusat hingga daerah maupun para pelaku indsutri pariwisata tengah fokus pada penerapan adaptasi baru di masa new normal. Apabila adaptasi ini dijalankan dengan tertib, tidak menutup kemungkinan industri pariwisata dapat segera bangkit dan menggeliat.
“Perlu diketahui, dampak dari penurunan wisatawan tidak saja dirasakan oleh para pelaku pariwisata di bidang usaha akomodasi, transportasi, restoran, atraksi, agen wisata, tour guide, desa wisata, namun juga dirasakan oleh pelaku usaha di sepanjang rantai pasok pariwisata, seperti pemasok bahan pangan, pengrajin suovenir, pusat perbelanjaan, penyedia jasa kebersihan, jasa penyewaan, event organizer, pelaku seni, sampai dengan warung dan tukang parkir,” tukas Suharso.
“Oleh karena itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pelaku usaha akan berkolaborasi meningkatkan kesiapan adaptasi, penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19, serta peningkatan pemenuhan standar kebersihan, kesehatan dan keamanan layanan pariwisata. Dengan dukungan diplomasi ekonomi ke negara-negara pasar utama pariwisata Indonesia, pemerintah berharap travel restriction segera berakhir dan kedatangan wisatawan mancanegara dapat segera pulih,” sambung Suharso, menutup.