SAR Maumere Masih Cari Nelayan Tenggelam di Solor
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere masih melaksanakan Operasi SAR hari ke lima, karena hingga hari ke empat kemarin korban tenggelam belum juga ditemukan. Korban merupakan nelayan bernama Arifin (32), yang tenggelam akibat sampan terbalik di perairan Lamakera, Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Kami masih melakukan pencarian hari ke lima terhadap nelayan tersebut. Kemarin pencarian belum membuahkan hasil hingga pukul 18.00 WITA,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana, SE., MAP., Rabu (24/6/2020).
Selaku SAR Mission Coordination (SMC), Putu mengatakan pencarian hari ini memasuki operasi SAR hari ke lima, terhadap satu nelayan yang tenggelam di perairan Lamakera.
Operasi SAR dilaksanakan pada Pukul 06.00 WITA oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur laut dan darat yang ada di Kabupaten Flores Timur, dengan melibatkan masyarakat nelayan.

“Unsur laut terdiri dari Tim Rescue Basarnas Maumere, dengan satu Rib 500 PK, Tim dari Polair menggunakan Kapal 400 PK serta 8 buah perahu milik nelayan setempat,” ujarnya.
Sementara tim darat terdiri dari Basarnas Maumere, BPBD Flotim, Polsek Solor, Koramil Solor, serta masyarakat di wilayah setempat. Operasi SAR berlangsung sampai pukul 18.00 WITA.
Karena kemarin, Selasa (23/6/2020) pencarian masih nihil, sehingga pencarian dilanjutkan hari ini dengan tetap melibatkan Tim SAR Gabungan yang siap melaksanakan operasi SAR kembali.
“Pencarian tetap kami lakukan hari ini, dengan menyisir beberapa lokasi di sekitar perairan tempat korban tenggelam. Tim darat pun melakukan pencarian dengan menyisir pesisir pantai,” ungkapnya.
Komunikasi yang terputus-putus menjadi kendala yang dihadapi tim gabungan selama menjalankan operasi pencarian korban.
Terputusnya komuikasi, sebutnya, menghambat koordinasi antara tim yang ada di lapangan dan di Kantor SAR Maumere dalam penyampaian informasi.
Korban tenggelam, kata dia akibat dari sampan yang ditumpanginya bersama 4 nelayan lainnya terbalik akibat diterjang gelombang saat hendak kembali menuju daratan di Desa Lamakera, Pulau Solor. Lokasi tenggelamnya korban berada antara pulau Solor dan Adonara.
“Korban menumpang sampan milik kapal Karamurin yang sedang melego jangkar di perairan Lamakera, yang berjarak sekitar 300 meter dari daratan. Saat sampan terbalik, empat rekan korban berhasil berenang menuju daratan, sementara korban dilaporkan hilang,” terangnya.
Sementara itu, Mahmudin, salah seorang nelayan mengatakan perairan antara Pulau Adonara dan Solor, terutama di ujung pulau Solor, Desa Lamakera, merupakan peraiaran yang berarus deras. Selain berbatasan dengan pulau Adonara, juga ada pulau Lembata.
Dia mengatakan, nelayan sering tenggelam di perairan ini dan lama baru ditemukan karena pusaran arusnya sangat deras dan sering bergelombang. Sebuah kapal penumpang dari Lewoleba, Kabupaten Lembata, pernah tenggelam di perairan ini.
“Dulu pernah ada kapal penumpang dari Lewoleba, Kabupaten Lembata menuju Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pernah tenggelam di perairan antara pulau Adonara, Lembata dan Solor. Sekitar 30 orang meninggal dunia saat itu dan kapal kayunya pun tenggelam hingga ke dasar laut,” ungkapnya.