RS TC Hillers Maumere Tempat Baru Pemeriksaan ‘Swab’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pemeriksaan swab untuk memastikan kondisi seseorang terserang Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), selama ini hanya dilakukan di laboratorium bio molekular RSUD W.Z. Johannes Kupang.

Kementerian Kesehatan telah mengirim catridge untuk alat pemeriksaan swab yang ditempatkan di RS TC Hillers Maumere untuk melayani 9 kabupaten di Pulau Flores dan Lembata.

“Berita gembiranya alat catridge sudah tiba di Kupang dan besok sudah tiba di Maumere. Besok akan dilakukan instalasi alat tersebut di laboratorium RS TC Hillers Maumere,” sebut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Rabu (10/6/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui di Posko Covid, Rabu (10/6/2020). Foto: Ebed de Rosary

Bila pemasangan catridge dan instalasi sudah selesai lanjut Petrus, maka pihaknya mulai melakukan pemeriksaan swab sehingga rencana pengiriman 17 sampel pasien positif Covid-19 ke Kupang tidak jadi dilakukan.

Saat pasien yang positif sudah sembuh kembali ke rumahnya kata dia, memang awalnya ada gejolak di masyarakat namun setelah dilakukan edukasi oleh tim Gugus Tugas dan tenaga medis, masyarakat memahami.

“Hasil swab 21 pasien positif yang berada di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere, 17 orang masih positif sedangkan 4 lainnya negatif,” sebutnya.

Petrus sebutkan, dari 4 orang ini, 2 orang belum boleh pulang ke rumah karena masih menjalani perawatan lagi satu dua hari ke depan agar benar-benar kondisinya sudah sehat.

Sementara dari 5 sampel warga yang kontak erat dengan pasien positif, hasil pemeriksaan swab negatif semua sehingga bisa dipulangkan dari lokasi karantina terpusat.

“Lima warga kontak erat hasilnya negatif sehingga Kabupaten Sikka dipastikan belum ada transmisi lokal sampai saat ini,” ujarnya.

Meski sudah 6 kali swab 17 pasien yang dirawat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere masih positif, Petrus menegaskan daya tahan tubuh pasien masih lemah sehingga perawatan tetap dilakukan.

Dokter ahli kata dia sedang melakukan pengkajian dan pihaknya akan tetap melakukan perawatan dengan pemberian suplemen serta makanan bergizi agar daya tahan tubuh pasien meningkat.

“Pasien tetap dirawat di ruang isolasi dan kita dokter ahli sedang melakukan pengkajian. Kita akan tetap melakukan perawatan dengan memberikan makanan bergizi dan suplemen,” ungkapnya.

Saat ditanyai wartawan mengenai pernyataan Bupati Sikka di masyarakat Desa Paubekor soal adanya suplemen miliknya dan dijamin dalam 3 hari pasien positif Covid yang konsumsi bisa sembuh, Petrus tegaskan kalau penyampaian pemimpin dia tidak bisa mengoreksi.

Yang jelas sebut dia, penanganan pasien Covid-19 sesuai standar WHO dan kalau ada penambahan suplemen dari luar merupakan kewenangan tim medis yang melakukan perawatan.

“Obatnya belum ada karena anti virusnya belum ditemukan. Kalau suplemen seperti vitamin hanya bisa meningkatkan imun tubuh dan kalau mau bisa dipergunakan itu kewenangan tim medis,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Dominikus Minggu Mere menyebutkan, pihaknya telah menerima 1.354 sampel swab untuk diperiksa di laboratorium bio molekular RSUD W.Z. Johannes Kupang.

Dari jumlah tersebut jelas Domi, sapaannya, sebanyak 1.061 sampel hasilnya negatif dan 194 sampel positif sementara 99 sampel lainnya masih diperiksa.

“Hingga saat ini sudah 35 orang yang positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh. Jumlah terbanyak di Kota Kupang 13, disusul Kabupaten Sikka 6, Manggarai Barat dan Ende masing-masing 4, Sumba Timur dan Timor Tengah Selatan masing-masing 3, serta Rote Ndao 2 orang,” ungkapnya.

Lihat juga...