Penjualan Perlengkapan Sekolah di Bandar Lampung Mulai Meningkat
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Mendekati tahun ajaran baru sekolah dengan dimulainya proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sejumlah toko peralatan sekolah di Bandar Lampung, mulai ramai pembeli.
Johansah, pemilik toko peralatan sekolah di Pasar Bambu Kuning, Tanjung Karang, Bandar Lampung, menyebut konsumen mulai ramai dibandingkan pekan sebelumnya.
Menjual beragam jenis tas, sepatu, seragam sekolah dan aksesorisnya, Johansah bisa melayani belasan transaksi dalam sehari. Pembelian seragam baru sekolah SD hingga SMA, dominan dilakukan oleh orang tua. Usai PPDB secara online sejak pekan ke dua Juni, sebagian orang tua membeli perlengkapan sekolah untuk tahun ajaran baru 2020/2021.
Pandemi Covid-19, menurut Johansah ikut berpengaruh pada sektor usaha penjualan peralatan sekolah. Pada tahun sebelumnya, sebulan sebelum tahun ajaran baru, toko miliknya ramai. Namun pada tahun ini jelang tahun ajaran baru yang rencananya 13 Juli mendatang, pengunjung yang datang masih stabil. Ramainya pengunjung didominasi orang tua yang anaknya naik ke jenjang sekolah lebih tinggi.

“Orang tua yang anaknya lulus SD ke SMP lalu dari SMP ke SMA, dominan akan membelikan seragam baru, terutama untuk seragam dasar warna putih biru, abu abu putih, peralatan tas serta sepatu yang sebagian tidak disediakan oleh sekolah baru,” terang Johansah, Kamis (18/6/2020).
Johansah menyebut, meski belum ada kepastian sekolah di Bandar Lampung menerapkan belajar tatap muka, orang tua memilih menyiapkan antisipasi. Pembelian seragam tetap dilakukan sejumlah orang tua, sembari menunggu pelaksanaan tahun ajaran baru. Meski tetap akan dilakukan dengan sistem belajar jarak jauh, peralatan sekolah tetap disiapkan oleh orang tua pelajar.
Santi, penjaga toko di pasar Bambu Kuning lainnya, mengatakan kebutuhan seragam sekolah tetap banyak dicari. Sehari, permintaan seragam sekolah mencapai 10 hingga 15 stel. Permintaan tersebut lebih ramai daripada pekan sebelumnya yang hanya mencapai 5 hingga 10 stel. Selain membeli seragam sekolah, sebagian konsumen memilih membeli kaos, kemeja batik dan pakaian jenis lain.
“Imbas pandemi Covid-19 pelanggan yang datang berkurang, namun mulai ramai mendekati tahun ajaran baru untuk kebutuhan peralatan sekolah,”cetusnya.
Sesuai omzet yang diperoleh, permintaan seragam sekolah ikut mendongkrak. Sebelumnya, omzet dalam sehari dari permintaan seragam sekolah dan peralatan lain mencapai Rp3 juta per hari. Namun dalam sepekan terakhir, omzet mencapai Rp5 juta per hari. Meski naik, omzet tersebut lebih rendah dari tahun sebelumnya mencapai Rp7 juta per hari.
Salah satu orang tua yang memiliki anak usia SD dan akan masuk ke bangku SMP, mengaku membeli sejumlah peralatan sekolah berupa baju, celana, dasi, sepatu dan tas. Meski pihak sekolah belum memastikan sistem kegiatan belajar mengajar akan dilakukan dengan tatap muka, ia tetap membeli seragam baru.
“Persiapan tetap harus dilakukan, dengan harapan kegiatan sekolah kembali berjalan normal,” terangnya.
Istiana, penjaga toko alat tulis di pasar yang sama, menyebut permintaan alat tulis mulai ramai. Jenis peralatan yang dibeli meliputi buku, bolpoin, penggaris dan sejumlah peralatan pokok untuk belajar. Tren pembelian alat tulis baru didominasi oleh orang tua yang anaknya akan masuk ke jenjang lebih tinggi.
“Bagi siswa yang naik kelas, umumnya akan membeli alat tulis jika sudah masuk sekolah,” terangnya.
Sistem belajar jarak jauh atau online dengan internet, menurutnya mengurangi penggunaan buku tulis. Namun, sejumlah kebutuhan peralatan sekolah tetap diperlukan untuk tahun ajaran baru sekolah. Sejumlah distributor peralatan sekolah, menurutnya mengurangi pasokan menyesuaikan jumlah kebutuhan setiap toko.