New Normal, 90 Persen Penyewa di Plaza Blok M Telah Buka Toko
JAKARTA – Sekira 90 persen penyewa di Plaza Blok M, Jakarta Selatan, telah membuka kembali tokonya, pada hari pertama pembukaan pusat perbelanjaan (mal), Senin (15/6/2020).
Saat ini ada sekira 300 tenant di Plaza Blok M. Penyewa dan karyawan toko terlihat antusias melayani masyarakat yang datang, setelah hampir tiga bulan ditutup akibat pandemi COVID-19. “Hari pertama animo penyewa untuk membuka toko cukup tinggi, kami mencatat ada 90 persen toko sudah buka kembali,” kata Natalia S, Tenant Relation Plaza Blok M, Senin (15/6/2020).
Pembukaan pusat perbelanjaan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi atau kebiasaan normal baru, juga diikuti dengan penerapan protokol kesehatan. Selama PSBB transisi, ada beberapa penyewa yang belum boleh buka seperti bioskop, tempat bermain anak-anak, karaoke dan salon untuk layanan mani-pedi atau potong kuku dan waxing (penghilang rambut semi permanen). “Salon boleh buka tapi hanya melayani potong rambut saja,” kata Natalia.
Terkait protokol kesehatan, Natalia mengatakan, sudah menerapkan aturan pengukuran suhu tubuh kepada pengunjung. Batas maksimal suhu tubuh yang dibolehkan masuk adalah 37,3 derajat Celcius. Lebih dari itu, pengunjung tidak dibolehkan masuk.
Pengelola Plaza Blok M juga menyediakan tempat pencuci tangan di dekat pintu masuk dengan kran air menggunakan pedal. Setiap penyewa juga menyediakan hand sanitizer, serta memberlakukan akses terpisah pengunjung masuk dan keluar. Natalia menambahkan, hari pertama animo pengunjung yang datang ke Plaza Blok M cukup bagus.
Dia berharap, di hari berikutnya jumlah pengunjung dapat terus meningkat. Menurut Natalia, selama PSBB, pengelola merasakan penurunan omzet yang cukup signifikan, karena pengunjung berkurang, termasuk parkir.
Ratich, salah satu pekerja di Plaza Blok M bersyukur dengan dibukanya kembali mal tersebut. Selama tiga bulan dirinya dirumahkan oleh perusahaan, tanpa mendapatkan gaji. “Ya bersyukur sekali, setelah tiga bulan dirumahkan tanpa gaji, sekarang dipanggil lagi masuk kerja, rasanya senang banget,” kata Ratich.
Menurut Ratich, tidak semua teman-temannya sesama SPG dipanggil kembali bekerja, karena ada pembatasan jumlah orang. Biasanya sebelum pandemi ada 15 SPG yang bertugas dalam sehari, kini hanya lima orang saja yang bekerja. “Jadi beruntung bangetlah, kantor panggil lagi saya bekerja, banyak teman saya tidak seberuntung saya,” pungkas Ratich. (Ant)