Selama Pandemi, Kerupuk Buatan Lebak Laku Keras
LEBAK – Sejumlah perajin kerupuk di Kabupaten Lebak, Banten, menyatakan, komoditas pangan olahan yang mereka buat laku keras di tengah pandemi Covid-19.
Permintaan pasar terhadap komoditas tersebut belakangan ini cenderung meningkat. “Kami merasa kewalahan melayani permintaan pasar,” kata Suhaeri (50), seorang perajin kerupuk di Pasir Sukarakyat Kabupaten Lebak, Senin (15/6/2020).
Ia memperkirakan, omzet pendapatan sejak tiga bulan terakhir dapat meraup keuntungan hingga dua kali lipat. Biasanya, keuntungan bersih yang diperoleh Rp700.000 per-hari. Namun kini bisa menembus Rp1,5 juta per-hari. “Kami meraup keuntungan sebesar itu sejak dilanda pandemi Covid-19, dimana produk aneka makanan dari luar daerah tidak ada yang masuk ke wilayah Lebak,” tambah Suhaeri.
Begitu juga perajin kerupuk lainnya, Doyot (55), warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang juga merasakan kenaikan omzet. Bahkan karena kenaikan pendapatan yang dialami saat ini Doyot bisa menyerap tenaga kerja hingga 30 orang.
Mereka para pekerja mulai produksi, pembungkus dan sopir untuk memasarkan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak. “Kami sangat diuntungkan selama pandemi Covid-19, mereka para pedagang aneka makanan dari luar daerah tidak masuk ke wilayah Lebak, sehingga permintaan cenderung meningkat,” katanya.
Doyot kini setiap hari memasarkan kerupuk hingga dua unit kendaraan. Sebelumnya, dia hanya mampu memasarkan sebanyak satu unit kendaraan. Omzet pendapatan bersih yang biasanya mencapai Rp800.000, saat ini mencapai Rp1,6 juta per-hari. Produk kerupuk Doyot merupakan peninggalan orangtua di Ciamis, Jawa Barat. Produksi telah dimulai setelah Indonesia merdeka, dan hingga kini masih bertahan. “Kami melanjutkan usaha dari orangtua, hingga 70 tahun kini masih bertahan hingga menyerap tenaga kerja dari sini,” tandasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Yudawati mengatakan, pemerintah daerah mendorong agar pelaku UMKM tumbuh dan berkembang ditengah pandemi Covid-19. Dia mengapresiasi kenaikan omzet perajin kerupuk laku. “Kami terus melakukan pembinaan agar pelaku UMKM tetap meningkatkan produksinya, meski dilanda Corona itu,” tandasnya. (Ant)