Kedelai Edamame Tarik Minat Generasi Muda Terjun ke Sektor Pertanian
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Inovasi pertanian yang dilakukan Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Trirenggo, Bantul, yakni budi daya kedelai edamame, menjadi daya tarik bagi para pemuda desa untuk terjun ke sektor pertanian modern.
Hal itu menjadi kabar gembira, sekaligus harapan baru terwujudnya Kemandirian Pangan Desa yang telah dicanangkan desa Trirenggo sebagai desa binaan Yayasan Damandiri. Mengingat, saat ini makin banyak generasi muda yang kurang berminat menggarap sektor pertanian karena dianggap kurang menguntungkan.
Kepala Desa Trirenggo, Munawar, mengatakan pemerintah desa Trirenggo bersama-sama dengan Koperasi Gemah Ripah serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Trirenggo, mulai merintis budi daya kedelai edamame sejak beberapa bulan terakhir.

Selain mampu meningkatkan penghasilan petani, kedelai edamame juga dikembangkan guna menarik minat serta memotivasi generasi muda desa, agar mau berkecimpung di sektor pertanian.
Pasalnya, tak hanya mudah dari sisi pengerjaan, kedelai edamame juga memiliki potensi keuntungan yang sangat menggiurkan.
“Kita memiliki strategi tersendiri untuk melakukan kaderisasi petani. Salah satu terobosan adalah mengembangkan kedelai edamame. Kedelai edamame ini diharapkan mampu menjadi alternatif bagi generasi muda, agar mau terjun menjadi petani. Karena hasilnya bisa langsung terlihat. Sehingga, bisa menjadi contoh nyata bagi mereka,” katanya, belum lama ini.
Dikatakan Munawar, saat ini sejumlah generasi muda di desa Trirenggo, yakni mereka yang baru lulus sekolah tingkat atas (SMA/SMK) sudah mulai tertarik membudidayakan kedelai edamame, karena tergiur penghasilannya yang cukup besar.
Dengan lahan seluas 1.000 meter dan modal sekitar Rp2 juta, mampu menghasilkan keuntungan Rp5 juta dalam sekali panen.
“Kita mendorong pemuda desa agar mau mengembangkan kedelai edamame ini. Dan setelah melihat hasilnya, mereka ternyata mau. Contohnya, anak saya sendiri. Bersama teman-temannya yang baru saja lulus sekolah, mereka saat ini menggarap kedelai edamame. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut dan diikuti pemuda desa lainnya,” katanya.
Sebagaimana diketahui melalui Musyawarah Desa yang baru lalu digelar, DCML Trirenggo sepakat membentuk Tim Kelompok Kerja untuk mewujudkan Kemandirian Pangan Desa. Diinisiasi oleh Yayasan Damandiri, tim Pokja akan berupaya meningkatkan kualitas SDM serta produksi pertanian, peternakan maupun perikanan, guna mewujudkan kemandirian pangan desa.
Selain berencana membangun lumbung pangan serta pasar desa, DCML Trirenggo juga berencana menjadikan desa di kecamatan Bantul tersebut sebagai pusat wisata edukasi berbasis inovasi teknologi di bidang pertanian. Yakni, dengan kedelai edamame sebagai komoditas unggulannya.