Jembatan Palu V Ditarget Selesai Pertengahan Juli 2020

Progres pembangunan Jembatan Palu V yang dikerjakan PT Bumi Duta Persada, telah selesai memasang gelagar dan ditarget pembangunan selesai pertengahan Juli 2020 – Foto Ant

PALU – Kontraktor pengerjaan Jembatan Palu V, PT Bumi Duta Persada menargetkan, seluruh pekerjaan kontruksi jembatan terbesar di Kota Palu itu akan rampung sesuai masa kontrak yang diberikan pada pertengahan Juli 2020.

“Sekarang pengerjaan sudah 90 persen lebih, setelah kami menyelesaikan pekerjaan paling berat dan tersulit dari pembangunan jembatan itu,” kata Humas PT Bumi Duta Persada, Taufik Kamase, di Palu, Minggu (21/6/2020) malam.

Salah satu pekerjaan paling berat dan sulit dari kegiatan tersebut adalah, pemasangan gelagar dengan bentangan 50 meter dan berat 100 ton. “Sementara kita harus membangun delapan gelagar, berat totalnya kurang lebih 800 ton,” kata Taufik.

Setelah pekerjaan tersebut, saat ini proses pengerjaan melangkah ke pemasangan cor di atas jembatan. Dan ditargetkan akan tuntas sesuai masa kontrak. Taufik menyebut, kontrak pengerjaan jembatan tersebut telah mengalami dua kali perubahan, karena proses pembangunannya berlangsung di tengah terpaan pandemi COVID-19.

Akibat COVID-19, para pekerja termasuk teknisi dan peralatan yang didatangkan dari Jawa, tidak bisa maksimal bekerja. Hal itu berdampak pada proses pengerjaan jembatan yang akan menghubungkan Kelurahan Tatura Utara dan Nunu tersebut. “Yang semestinya dikerjakan 16 orang, tetapi karena tidak semua tenaga kerja bisa masuk Palu karena corona, akhirnya yang bekerja hanya enam, kadang tujuh orang,” katanya.

Demikian halnya dengan peralatan yang digunakan seperti louncer dan crane, teknisinya semua didatangkan dari Jawa. “Ini semua yang menghambat, sehingga terjadi kelambatan. Andaikan bukan COVID-19, sudah selesai semua pekerjaan itu,” katanya.

Sebelumnya Wali Kota Palu, Hidayat mengatakan, pembangunan jembatan tersebut telah direncanakan jauh sebelum bencana gempa, tsunami dan likuefaksi melanda Kota Palu pada 28 September 2018. Bencana tersebut juga ikut menghancurkan jembatan Palu IV, salah satu jembatan lengkung yang menjadi ikon Kota Palu.

Hidayat mengatakan, dengan hilangnya jembatan Palu IV mengakibatkan jalur transportasi yang menghubungkan Palu bagian barat dan Palu bagian timur terganggu. Sehingga pembangunan jembatan Palu V menjadi solusi mengurai kemacetan di ibukota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Selain itu, pembangunan Jembatan Palu V diharapkan juga membantu mengurai masalah ekonomi masyarakat Kota Palu, khususnya di Kelurahan Nunu dan Tatura. Jembatan tersebut didesain menjadi ikon wisata yang disekitarnya juga menyediakan fasilitas bisnis. (Ant)

Lihat juga...