Evakuasi Kendaraan dari Kapal Dharma Rucitra III Terus Berlangsung
KARANGASEM – Sejumlah kendaraan seperti mobil boks, truk, dan sepeda motor mulai dievakuasi dari Kapal Dharma Rucitra III yang mengalami kerusakan di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali.
“Untuk yang dievakuasi, ada enam kemarin kendaraan sedang dan dua sepeda motor, kemudian hari ini ada dua kendaraan besar, dengan alat-alat yang dipergunakan, di antaranya alat untuk mengangkut, rubber boat, dan ada penyelam untuk proses pengapungan kendaraan sebelum diangkat ke darat,” kata Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, di Karangasem, Bali, Rabu (24/6/2020).
Ia mengatakan, proses evakuasi dibutuhkan waktu selama 21 hari, yang diawali 22 Juni 2020 dengan kegiatan pengaturan alat-alat dan penyelaman. Kemudian, hari ke dua pada Selasa (23/6) evakuasi muatan dan beberapa kendaraan sedang, dan sepeda motor. Dilanjutkan, pada hari ke tiga, Rabu (24/6) juga evakuasi kendaraan.
“Untuk estimasi berapa lama, ya tergantung keadaan di dalam, kalau posisi kendaraan ada di dalam butuh waktu lebih lama lagi, tergantung yang melakukan evakuasi di lapangan karena mereka yang di lapangan sudah memiliki kompetensi,” jelas Eka.
Ia menjelaskan, bahwa faktor cuaca juga mempengaruhi proses evakuasi muatan yang ada di dalam kapal. Eka berharap, kondisi cuaca akan terus baik, sehingga proses evakuasi dapat segera dilakukan.
“Jadi kalau sudah berhasil dievakuasi, baik kendaraan besar atau sedang, sehingga dermaga dua bisa beroperasi kembali untuk menopang kegiatan yang ada di pelabuhan Padangbai,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Tim Evakuasi Kapal, Abdul Halik, mengatakan rencana evakuasi seluruh kendaraan yang berada dalam kapal tersebut ditargetkan rampung pada Sabtu (27/6). Setelah pengeluaran mobil, selanjutnya akan dilakukan proses pengapungan terhadap kapal Dharma Rucitra III tersebut, yang ditargetkan pada 11 Juli 2020.
“Kita akan kerja seoptimal mungkin, dengan mengerahkan 36 personel. Untuk per harinya ditargetkan ada enam atau tujuh yang bisa keluar. Sampai dengan Sabtu nanti kita akan fokus mengeluarkan muatan dalam kapal itu dulu,” katanya.
Sedangkan dalam penanganan kapal Dharma Rucitra III, akan menggunakan dua kekuatan, yaitu kekuatan internal dari kapal itu sendiri dan menggunakan kapal eksternal melalui alat apung tambahan, untuk mengatur kesesuaian kapal itu.
Sebelumnya, pada Jumat (12/6) pukul 17.30 WITA, KMP Dharma Rucitra III diduga mengalami kebocoran pada bagian lambung hingga mengakibatkan kapal dalam posisi miring.
Ada pun jumlah penumpang yang dievakuasi sebanyak 60 orang dan nihil korban jiwa. Namun, kendaraan yang terjebak dalam kapal di antaranya delapan unit truk tronton, 10 unit truk besar, tiga unit truk sedang, tiga unit kendaraan kecil, dan delapan unit sepeda motor. (Ant)