BPBD Sumbar Pastikan Ketersediaan Fasilitas Kesehatan Tangani Covid-19, Cukup
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat memastikan ketersediaan alat baik medis maupun non-medis untuk melakukan penanganan COVID-19 di daerah tersebut. Mulai dari alat pelindung diri (APD) hingga menyebarkan wastafel ke sejumlah tempat di berbagai daerah di Sumatera Barat.
Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan, persoalan ketersediaan APD bisa dikatakan hingga Desember 2020 ini kebutuhan APD untuk penanganan COVID-19 di Sumatera Barat telah tersedia. Sementara untuk alat tes swab dan rapid test akan terus ditambah, sesuai kebutuhan yang ada.
Sedangkan untuk mendukung terlaksanakannya new normal di Sumatera Barat, BPBD juga telah menyebarkan ke sejumlah titik tempat mencuci tangan atau wastafel portable, mulai di perkantoran, hingga ke tempat umum dan masjid. Tujuan hal ini, untuk menciptakan lingkungan dan tempat yang bersih.
“Untuk APD ada tersimpan di BPBD dan juga di Gudang Pusdalops BPBD Sumatera Barat. Kini untuk wastafel, juga cukup banyak. Dimana untuk wastafel ada dibantu dari Satgas BUMN yang jumlahnya mencapai ratusan,” katanya, Jumat (26/6/2020).
Menurutnya, dengan adanya ketersediaan alat penanganan COVID-19 itu, maka dalam menjalani tatanan kehidupan baru dapat tercipta hidup sehat dan hidup bersih. Sebab, dalam melakukan pencegahan penularan COVID-19 ialah pola hidup sehat.
“Selain tentang wastafel, terkait kebutuhan APD hingga Desember itu, kita membutuhkan minimal 100 pcs APD kualitas premium untuk tenaga medis dan 20.000 pcs lagi untuk tenaga non-medis. Kita akan ada pengajuan APBD Provinsi Sumatera Barat tahun ini, untuk memenuhi kebutuhan APD hingga Desember nanti,” ujarnya.
Untuk itu, wastafel perlu dipersiapkan di tempat-tempat umum, seperti di kawasan pasar dan lainnya. Harapannya, bagi masyarakat yang beraktivitas di pasar, sebelum dan sesudah di pasar dapat melakukan cuci tangan. Sehingga, segala kemungkinan virus tidak terbawa pulang.
Erman mengungkapkan, BPBD Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memutus rantai penyebaran COVID-19 di Sumatera Barat. Berbagai langkah pencegahan sudah dilakukan termasuk mendatangkan 60.000 APD lengkap kualitas premium dari Shanghai, dan sudah disalurkan ke berbagai rumah sakit rujukan COVID-19 di Sumatera Barat.
Sementara itu, meskipun saat ini diberlakukan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNBPAC), Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengingatkan masyarakat Provinsi Sumatera Barat agar tetap waspada terhadap virus COVID-19.
Menurutnya, di masa pemberlakuan TNBPAC sejak Senin (8/6) lalu itu, beberapa objek pariwisata mulai dibuka oleh pemerintah kabupaten kota.
“Tiap pemerintah kabupaten kota sudah memutuskan membuka kembali objek pariwisatanya sejak Senin pekan lalu,” jelasnya.
Irwan Prayitno menilai, pandemi COVID-19 ini diperkirakan akan masih ada hingga Desember 2020 mendatang. Untuk itu, dengan adanya pemberlakukan TNBPAC ini, kemungkinan angka masyarakat Sumatera Barat yang terpapar COVID-19 akan menurun, asalkan mematuhi protokol kesehatan.
Karena itu, untuk mengantisipasi pandemi COVID-19 ini, Pemprov Sumatera Barat telah menyiapkan kebutuhan APD hingga Desember nanti. Selain itu, juga melaksanakan tes swab gratis bagi masyarakat nantinya.
Sebelumnya BPBD telah menerima 165 unit wastafel dan bahkan beberapa waktu lalu Pemprov Sumatera Barat juga sudah menerima sebanyak 35 unit wastafel lagi. Wastafel tersebut telah didistribusikan ke Kota Padang dan ada juga beberapa kabupaten kota, yang langsung didistribusikan oleh Satgas BUMN.