Gugus Tugas Covid-19 Sikka Optimalkan Pengelolaan Sarana Kesehatan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sedang melakukan perbaikan Instalasi Pembuangan Akhir Limbah (IPAL).
Tenaga teknis sudah menjalani pelatihan dan instalasi semuanya sudah siap, hanya saja yang belum selesai yakni dilaksanakan keamanan pengelolaan IPAL yang masih dibenahi dan harus dipastikan dengan baik.
“Kita kan bergelut dengan virus sehingga minggu ini diperbaiki instalasi IPAL diharapkan minggu depan alat tes swab sudah bisa beroperasi,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Jumat (26/6/2020).

Petrus menyebutkan, tenaga teknis di RS TC Hillers Maumere juga sudah menjalani pelatihan dan tenaga medisnya sudah berpengalaman menangani alat tes tuberkulosis (TBC).
Alat swab kata dia tetap dipasang di RS TC Hillers Maumere, sementara di Labaratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan hanya untuk pemeriksaan rapid test.
“Saat hasil rapid test reaktif maka dibawa untuk diperiksa swab-nya di RS TC Hillers Maumere. Kita juga ada alat TCM untuk TBC yang ditempatkan di Puskesmas Beru yang dimodifikasi catridgenya,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini juga mengatakan, akan mulai melakukan pengecekan terhadap masyarakat yang kemungkinan terserang penyakit TBC karena ada alat tesnya.
Dengan begitu sambungnya, apabila ada masyarakat yang positif TBC maka akan dilakukan perawatan di ruang isolasi yang ada di RS TC Hillers, 13 puskesmas dan di kantor Dinkes Sikka.
“Paling cepat 6 bulan dirawat secara rutin dan minum obat maka pasien TBC akan sembuh dari penyakit tersebut,” ucapnya.
Spesialis Patologi Klinik RS TC Hillers Maumere, dr. Dwi Kurniawan Nugroho, Sp.PK menjelaskan, pengoperasian alat pemeriksaan swab belum bisa dilaksanakan karena ada beberapa hal yang harus dilengkapi.
Pemeriksaan swab dari 7 pelaku perjalanan dan 10 pasien positif Covid-19 di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere sudah dilakukan dan dikirim untuk diperiksa di RS W.Z. Johannes Kupang.
Dokter Dwi menyebutkan, ada 5 peralatan pendukung yang belum tersedia yakni komputer untuk pelaporan online ke Kemenkes, APD, lemari arsip dan tempat sampah medis.
“Peralatan pendukung seperti komputer untuk pelaporan online ke Kemenkes, APD, lemari arsip, dan tempat sampah medis belum lengkap sehingga masih menunggu untuk dilengkapi terlebih dahulu,” tegasnya.