Airlangga: Aktivitas Ekonomi Nasional Mulai Bergerak Positif
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengaku senang melihat aktivitas ekonomi nasional terus bergerak positif di masa new normal. Meski indikator tersebut masih relatif dini, namun harapan untuk bangkit melewati pandemi kian terbuka.
“Dengan new normal di pertengahan Juni, kegiatan masyarakat sudah mulai bergerak ke arah positif. Kemudian kalau dilihat dari fundamental dan sentimental perekonomian juga mendapatkan momentum positif. Perkembangan nilai tukar Rupiah dan IHSG menguat. Capital flow juga mulai kembali masuk ke Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan persnya, Sabtu (27/6/2020).
Airlangga menyebutkan, beberapa sektor yang mulai bergerak naik antara lain; Otomotif, Pertambangan, Bahan bangunan, Jasa keuangan, Teknologi informasi, Alat berat, Permesinan, Packaging, dan Pembangkit energi.
Bahkan, sambung Airlangga, ada pula sektor tertentu yang kinerjanya tidak terpengaruh dan justru meningkat, yaitu rokok dan tembakau, makanan pokok, batubara, farmasi dan alat kesehatan, serta minyak nabati.
“Minyak Nabati ini terutama Crude Palm Oil (CPO) karena kita berhasil membuat program B-30. Maka, inilah sektor-sektor yang dapat menghela Indonesia untuk recover lebih cepat,” tandas Airlangga.
Selain itu, bertepatan dengan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit Ke-36 yang dihelat secara virtual, Airlangga menyatakan, bahwa seluruh negara ASEAN telah memiliki komitmen yang sama mengenai pentingnya upaya mendorong kenormalan baru, serta pemulihan dan reset ekonomi.
“Efek dari Covid-19 ini tidak dialami oleh Indonesia saja, tapi juga sekitar 215 negara lain di dunia. Dalam KTT ASEAN tadi, semua menyampaikan hal yang sama bahwa sudah masuk di dalam era new normal dan mendorong bagaimana melakukan reset ekonomi,” terangnya.
Lebih lanjut, Airlangga mengutarakan, berbagai negara sudah sepakat bahwa vaksin untuk Covid-19 adalah public goods. Artinya, vaksin tersebut jangan sampai mengenakan Intelectual Property Rights, melainkan diharapkan tersedia untuk kemanusiaan.
“Jadi, begitu vaksin ditemukan, maka baik itu Singapura, Vietnam, maupun Indonesia juga diharapkan bisa mempersiapkan fasilitas manufaktur agar solidaritas ASEAN ini bisa terjaga dan kita bisa sama-sama menghentikan pandemi Covid-19 sekaligus untuk me-restart perekonomian,” pungkas Airlangga.