Tenaga Medis COVID-19 di Ibu Kota Sudah Tiga Bulan Tidak Pulang

Tenaga medis dengan alat dan pakaian pelindung membantu pasien positif COVID-19 melakukan peregangan tubuh di ruang ICU Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta, Rabu (13/5/2020) – foto Dok Ant

JAKARTA – Sejumlah tenaga medis COVID-19 yang bertugas di Ibu Kota Jakarta menyebut, sudah tidak sempat pulang ke rumah hampir satu hingga tiga bulan. Mereka harus bertugas untuk memastikan seluruh pasien tertangani dengan baik.

“Sudah hampir, tiga bulan tidak ketemu sama mama, sama ayah. Paling pulang ketemu sama suami, sempet juga harus dipisah dengan anak,” kata Lia, salah seorang dokter penanganan COVID-19 di Puskesmas Duren Sawit, dalam unggahan video di Instagram @dkijakarta milik Pemprov DKI Jakarta itu, Minggu (24/5/2020).

Tidak hanya Lia, ada juga tiga orang dokter lain, Indriani Febriani, Kevin William Hutomo, dan Suhartiningsih, yang bernasib sama. Mereka sudah tidak bertemu keluarga lebih dari satu bulan, untuk membantu menangani COVID-19.

Di tengah momen perayaan Lebaran yang biasanya digunakan banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga, para tenaga medis itu memilih tetap bertugas. Mereka tinggal di fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah, dibandingkan pulang ke rumah. “Sebisa mungkin saya tidak pulang ke rumah karena bisa aja saya menjadi carrier (pembawa virus),” kata Kevin.

Pada saat diminta menghubungi keluarga lewat panggilan telfon, keempatnya memanfaatkan hal tersebut untuk meminta maaf kepada keluarga, karena tidak bisa pulang ke kampung halamannya.

Bahkan, dokter Indriani yang bertugas di RSUD Pasar Minggu menitikkan air mata, saat ibunya berpesan agar anaknya itu tetap berjuang melayani pasien COVID-19, meski berlebaran tanpa berjumpa dengan keluarga. “Pokoknya sabar ya. Teteh kan dari kecil mau jadi dokter. Harus dibuktikan sekarang, harus dijalani ya. Nanti kita pasti bertemu lagi,” kata ibu dari dokter Indriani.

Para dokter itu berpesan dengan tegas, agar di masa Lebaran ini, masyarakat tetap menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan disiplin dan tetap di rumah saja. “Kami itu miris kalau pada waktu memeriksa, hasilnya positif semua. Itu luar biasa sedihnya,” kata dokter Suhartiningsih, yang bertugas sebagai Kepala Satuan Pelaksana di Laboratorium Masyarakat.

Suhartiningsih menyayangkan, masih banyak warga yang abai pada PSBB. Diharapkan, jika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan, maka harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya. Mulai dari menggunakan masker, menjalankan jaga jarak, hingga rajin mencuci tangan.

“Aku dan teman-teman di sini (di Rumah Sakit) masih terus berjuang, kita nggak akan menyerah. Kita akan tetap bertugas dengan baik, semaksimal mungkin, untuk melewati pandemi ini. Aku juga kangen keluargaku,” kata dokter Indriani, menyampaikan harapannya agar warga Jakarta tetap patuh menjalani PSBB di momen Lebaran 1441H. (Ant)

Lihat juga...