Sejumlah Pasar Tradisional di Yogyakarta Mulai Ramai

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Satu setengah bulan sejak kasus corona pertama kali dikonfirmasi muncul, tepatnya pada 15 Maret silam, kondisi sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta nampak mulai berangsur kembali ramai.

Hal itu terlihat dari meningkatnya pengunjung yang memadati sejumlah pasar tradisional dibandingkan saat awal munculnya kasus corona beberapa waktu lalu.

Meski sebagian warga masih ada yang tak mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap memakai masker dan menjaga jarak guna mengantisipasi penyebaran virus corona, namun di lain sisi hal ini justru disyukuri para pedagang.

Para pedagang mengaku lega karena mereka bisa kembali mendapat pemasukan, setelah beberapa minggu mengeluh sepi.

Pedagang Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty), Ali. -Foto Jatmika H Kusmargana

Salah seorang pedagang Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty), Ali, menyebut mengalami penurunan omzet hingga 90 persen saat awal kemunculan virus corona beberapa minggu lalu. Hal itu jelas menjadi pukulan karena ia tak bisa mendapatkan pemasukan sama sekali.

“Untuk saat ini, alhamdulillah sudah mulai ramai. Penjualan juga sudah mulai meningkat. Meski baru sekitar 50 persen dibandingkan hari-hari biasanya,” ujar Ali, Minggu (3/5/2020).

Selama pandemi virus corona, Ali sendiri mengaku tetap membuka kios di pasar hewan dan satwa terbesar di Yogyakarta itu. Ia mengaku tak punya pilihan lain karena hanya bisa menggantungkan hidup dari usah tersebut.

“Kita tetap buka. Tak pernah libur. Paling hanya dikurangi saja jam nya. Jika biasanya buka mulai pukul 07.00 -15.00 WIB, saat ada corona buka pukul 08.00-13.00 WIB,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya di pasar tiban Godean Sleman. Sejumlah pedagang klitikan atau barang-barang bekas, nampak memenuhi pasar di kawasan Sidokarto, bersama sejumlah pedagang unggas, ikan dan ternak kambing.

Di setiap pasaran Pon dalam kalender Jawa, pasar ini nampak ramai pengunjung. Salah seorang pedagang, Warjiyo, mengaku bersyukur dengan kondisi tersebut. Ia senang melihat warga masyarakat tak lagi takut pergi ke tempat keramaian di tengah situasi pandemi virus corona seperti sekarang ini.

“Beberapa hari belakangan sudah mulai ramai. Ya syukur alhamdulillah. Masyarakat sudah tidak takut lagi. Mudah-mudahan virus corona segera hilang dan situasi bisa normal kembali,” harapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data resmi Pemerintah DIY, hingga Sabtu (2/5/2020) kemarin, tercatat terdapat penambahan 10 kasus pasien positif Covid-19 di wilayah DIY. Sehingga total jumlah orang yang positif hingga saat ini mencapai 114 orang. Dari jumlah itu sebanyak 48 orang sembuh dan 7 orang dinyatakan meninggal.

Lihat juga...