PSBB Proporsional Jabar Diperpanjang

Gubernur Jawa Barat (Jabar), M Ridwan Kamil atau Kang Emil  dalam sebuah kesempatan – Foto Ant

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengumumkan perpanjangan kebijakan PSBB Proporsional di Jabar. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diperpanjang hingga 12 Juni 2020.

“Sekitar 60 persen Zona Biru (level 2) bisa memulai pilihan new normal. Sekitar 40 persen Zona Kuning (level 3) wilayah melanjutkan PSBB proporsional sampai dengan 12 Juni 2020. Mari berdisiplin ya warga Jabar, agar hidup baru kita bisa sukses dan lancar,” ujar Kang Emil dalam unggahan di akun media sosialnya, Kamis (28/5/2020).

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar), Setiawan Wangsaatmaja, membenarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar untuk memperpanjang kebijakan PSBB tingkat provinsi secara proporsional.

Keputusan perpanjangan PSBB diambil berdasarkan hasil evaluasi, dan telah dikonsultasikan dengan sejumlah ahli. Baik epidemiolog maupun ekonom. “Ya, betul. Kepgub Nomor : 443/Kep.287-Hukham/2020 memperpanjang PSBB tingkat provinsi secara proporsional. Kawasan Bodebek dari 30 Mei sampai 4 Juni 2020. Sementara di luar Bodebek, perpanjangan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 30 Mei sampai dengan 12 Juni 2020,” kata Setiawan, Kamis (28/5/2020).

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, mengeluarkan keputusan tentang perpanjangan PSBB tingkat provinsi secara proporsional. Keputusan tersebut ditandatangani Kang Emil, Kamis (28/5/2020). “Perpanjangan PSBB Bodebek mengikuti kebijakan pemerintah DKI Jakarta. Hal itu karena Bodebek menjadi daerah penyangga Ibu Kota. Jadi, kebijakannya harus sejalan agar penanggulangan COVID-19 optimal,” kata Setiawan.

Menurut Setiawan, Gubernur Jabar M Ridwan Kamil akan memberikan pernyataan resmi terkait perpanjangan PSBB tingkat provinsi pada Jumat (29/5/2020). “Provinsi akan mengeluarkan nilai tingkat kewaspadaan di kabupaten dan kota, yang mana status PSBB tersebut akan dilakukan oleh masing-masing daerah secara proposional, sesuai dengan level kewaspadaan dalam skala mikro. Kondisi new normal tentu saja akan tergantung dari level kewaspadaan itu,” jelas Setiawan. (Ant)

Lihat juga...