Pokdarwis Lamsel Mulai Bersiap Sambut ‘New Normal’
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Lampung Selatan, mulai menyiapkan berbagai langkah dan strategi, untuk menjalani dibukanya kembali objek wisata di masa normal baru.
Rohmat, ketua Pokdarwis Ragom Helau, menyebut sektor pariwisata bahari di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni ditutup sejak 16 Maret 2020 imbas pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).
Namun, sejak arahan presiden pada Kamis (28/5) untuk mempersiapkan tatanan normal baru di sektor pariwisata, Pokdarwis mulai berbenah. Sebagai pelaku industri pariwisata yang berbasis bahari, Rohmat menyebut protokol kesehatan akan dijalankan. Langkah yang dilakukan meliputi penerimaan wisatawan diprioritaskan pada pengunjung domestik.

Protokol tatanan normal baru diakui Rohmat telah disosialisasikan kepada pengurus Pokdarwis. Pengelolaan objek wisata bahari pada masa new normal disebutnya telah dilakukan pada sektor transportasi, fasilitas penginapan dan fasilitas wisata yang dimiliki. Sejumlah tempat cuci tangan lengkap dengan sabun, hand sanitizer, masker, telah disiapkan.
“Anggota Pokdarwis telah menjalankan prosedur protokol kesehatan dengan melakukan simulasi cara menerima tamu, menjaga jarak dengan tetap memberikan pelayanan prima bagi wisatawan yang berkunjung ke pantai Belebuk dan pulau Mengkudu,” terang Rohmat, Minggu (31/5/2020).
Antisipasi perubahan tren sektor pariwisata, menurut Rohmat telah dipelajari. Berdasarkan contoh sejumlah objek wisata yang telah buka menjalankan protokol kesehatan, promosi untuk wisatawan agar berkunjung ke pantai Belebuk dan pulau Mengkudu menggunakan media sosial.
Antusiasme wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata bahari diakui Rohmat mulai terjadi usai lebaran Idulfitri 1441 H. Namun sebelum ketetapan new normal dengan aturan objek wisata ditutup, sejumlah pengunjung terpaksa dibubarkan.
Sebelumnya pada Senin (26/5), ratusan pengunjung mendatangi pantai Belebuk. Namun karena tidak menerapkan protokol kesehatan, pengunjung terpaksa dibubarkan pengelola dan kepolisian.
“Standar baru saat new normal telah ditentukan agar wisatawan tidak berkerumun, memakai masker, sehingga aktivitas berwisata tetap bisa dilakukan,” terang Rohmat.
Penerapan new normal sektor pariwisata, menurut Rohmat akan dijalankan sejak proses promosi. Melalui promosi media sosial, prosedur wisatawan yang datang harus memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pengelola objek wisata.
Langkah tersebut sekaligus menjadi awal kebangkitan sektor pariwisata, meski pandemi Covid-19 belum berakhir.
Pada kondisi normal, objek wisata bahari pantai Belebuk, pulau Mengkudu dikunjungi 500 hingga 600 orang saat akhir pekan. Saat bersamaan dengan masa liburan, pengunjung bahkan bisa mencapai lebih dari seribu orang. Namun imbas Covid-19, jumlah kunjungan merosot drastis hingga pengelola tidak mendapatkan omzet.
“Keputusan pemerintah menerapkan new normal bidang pariwisata tentunya akan berdampak positif,” cetusnya.
Protokol new normal di sektor kepariwisataan disambut positif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel. Syaifuddin Djamilus, kepala bidang pengembangan dan destinasi dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel, menyebut sekitar 45 objek wisata di kabupaten itu ditutup sejak 16 Maret silam. Namun adanya new normal, sekaligus menjadi acuan sektor pariwisata diperbolehkan buka kembali.
Sesuai arahan, para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus bisa mengantisipasi terjadinya perubahan tren pariwisata. Sejumlah tren pariwisata yang dijalankan selama pandemi Covid-19, belum berakhir meliputi isu kesehatan (health), kebersihan (hygiene), keselamatan (safety) dan keamanan (security).
“Wisatawan dan pengelola destinasi pariwisata harus bisa menyesuaikan diri, karena meski tetap beroperasi protokol kesehatan wajib diterapkan,” cetus Syaifuddin Djamilus.
New normal sektor pariwisata, lanjutnya, harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan. Pengetatan protokol kesehatan dimulai dari sisi transportasi, hotel, restoran serta area wisata yang dikelola. Standar baru sebagai sebuah kultur baru bidang kepariwisataan, terus diterapkan. Sebab, tanpa ada perubahan bidang pariwisata akan terhambat.
Syaifuddin Djamilus menyebut, Pokdarwis dan pengelola objek wisata alam, buatan, mulai menyiapkan strategi khusus. Promosi pariwisata pada masa new normal harus disertai dengan fokus mendorong pariwisata domestik. Sebab sebagian wilayah yang masuk zona hijau penyeberan Covid-19, tetap menjaga agar pengunjung tidak menjadi pembawa virus. Cara yang ditempuh dengan penyiapan fasilitas sesuai protokol kesehatan.