PLKPK Sumbar Buka Layanan Konsultasi Bagi Masyarakat

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PADANG — Para guru bimbingan dan konseling (BK) yang tergabung dalam Pusat Layanan Konseling dan Penguatan Karakter (PLKPK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, memberikan sebuah wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan konsultasi. Mengingat tidak boleh adanya sebuah kerumunan, maka layanan dilakukan secara online.

Ketua Tim Konselor PLKPK yang juga Ketua Musyawarah Guru BK Sumatera Barat, Irsyad Das menjelaskan, layanan konseling itu diadakan, karena melihat adanya situasi wabah Covid-19 yang berkemungkinan sekali turut berpengaruh kepada sisi emosional. Sebagai seorang guru konselor, sudah sebaiknya turut terlibat dalam melakukan penanganan Covid-19 ini, yakni dalam sisi memberikan layanan tersebut.

Namun, mengingat dalam suasana Covid-19 ini yang sangat rentan terjadi penularan dalam sebuah kerumunan, maka diterapkanlah pelayanan konsultasinya dalam bentuk sistem online. Dimana ada nomor yang dihubungi, baik via telpon, maupun secara chat dan bahkan video call.

“PLKPK ini sebenarnya sudah di-launching sejak 7 Maret 2020 lalu. Layanan ini digerakkan oleh konselor dan guru-guru BK yang ada di Sumatera Barat. Dengan memiliki pengetahuan pendidikan di bidang konseling, maka para guru tergerak ikut terlibat dalam penanganan Covid-19 ini,” katanya, Kamis (7/5/2020).

Irsyad menyebutkan, dalam kegiatan sosial ini, PLKPK menyediakan 32 orang konselor yang siap dihubungi per telepon, chatting, video call oleh siapapun. Para konselor tersebut sebagian besarnya adalah guru bimbingan dan konseling yang sudah berpengalaman menangani masalah-masalah pengendalian diri, motivasi diri, dan kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu.

“Kami rasa keberadaan layanan ini penting, supaya selama berlangsungnya wabah Covid-19 ini, masyarakat bisa menjalani hari-harinya dalam keadaan baik-baik saja,” harapnya.

Menurutnya, melihat dari sisi psikologinya, biasnya masyarakat hidup dalam kondisi aktivitas yang padat dari pagi hingga sore dan bahkan malam harinya. Banyak aktivitas dilakukan, baik itu di dalam ruangan, maupun di luar ruangan. Kini, dengan adanya wabah, mereka harus berdiam diri di rumah.

Sementara itu, Pengawas Satuan Pendidikan Bidang BK, Eni Yusnita Lubis mengatakan, dalam situasi seperti ini, bahwa sasaran konseling online bukan hanya untuk siswa saja, tapi melainkan juga untuk para orang tua serta masyarakat pada umumnya.

“Dalam kondisi wabah seperti ini, dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh para BK itu, memang sudah tepat dilakukan. Setidaknya dapat membantu pemerintah dari sisi bidang pendidikan, dalam penanganan Covid-19,” sebutnya.

Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri, menyatakan, sangat mendukung usaha PLKPK berkontribusi menangani dampak wabah Covid-19. Ia melihat dengan adanya Covid-19 tersebut, tidak hanya berdampak pada pendidikan dan ekonomi, tapi juga emosional dan sosial.

“Karena itu, konselor perlu berperan dalam rangka menciptakan optimisme dalam masyarakat,” ungkap Adib.

Dengan adanya layanan yang bersifat sosial ini, bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang ada di Sumatera Barat. Setidaknya 32 orang konselor yang siap dihubungi itu, bisa membantu untuk mengurangi kemungkinan ada masalah psikologi yang dihadapi.

“Jadi bagi masyarakat yang ingin menghubungi para konselor itu, bisa chat di medsos disdik Sumatera Barat. Nanti akan ada share di sana, nomor kontak 32 orang konselor tersebut,” ungkapnya.

Lihat juga...