Pembukaan Obwis di Bekasi Tunggu Hasil Evaluasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bekasi, Jawa Barat, Tedi Hafni, menyampaikan pembukaan kembali tempat hiburan dan usaha kepariwisataan masih menunggu data hasil evaluasi.

“Nanti ada evaluasi lagi terkait penyebaran Covid-19. Hasil data evaluasi akan jadi landasan dalam menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Tedi Hafni, kepada Cendana News, Minggu (31/5/2020).

Dikatakan, Wali Kota Bekasi secara resmi telah memperpanjang penerapan PSBB hingga 4 Juni 2020. Namun, usaha tempat kuliner dan rumah makan sudah diperbolehkan untuk buka kembali dan melayani makan di tempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bekasi, Tedi Hafni. –Foto: M Amin

Menurutnya, evaluasi akan dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Setelah penerapan PSBB tahap IV selesai dilaksanakan, Disparbud akan mengeluarkan edaran terkait pembukaan tempat hiburan dan usaha pariwisata, tapi tentunya dilaksanakan secara bertahap dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Tempat wisata dan hiburan dibuka kembali secara bertahap dengan tetap pertimbangan penyebaran Covid-19. Akan diputuskan setelah evaluasi, baik di tingkat kota, provinsi maupun Bodetabek dan pusat,” jelasnya.

Untuk wisata, diakuinya baru tempat kuliner yang lebih dulu diperbolehkan buka dengan makan di tempat, seperti restoran yang sebelumnya hanya menyediakan delivery maupun drive thru.

Dia menjelaskan, evaluasi jika dibuka kembali tempat wisata dan juga hiburan, tentunya akan dicari yang terlebih dahulu yang memiliki risiko paling sedikit terhadap penularan Covid-19. Hingga kini, Pemkot Bekasi terus mengevaluasi perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bekasi selama masa adaptasi new normal ini.

Sementara Ketua KPPL ( Kelompok Pemuda Peduli lingkungan), Situ Rawa Gede, Krisyadi, berharap segera ada kelonggaran, khususnya tempat wisata alam, agar diperbolehkan beroperasi kembali.

“Ini sudah terlalu, sekira dua bulan lebih ditutup. Kalau wisata alam seperti Situ Rawagese ini, dipastikan tidak terjadi kerumunan,” ujarnya, mengaku sangat terdampak akibat Covid-19.

Dia menegaskan, tim pemuda di kelurahan Rawalumbu siap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, jika diperbolehkan membuka tempat Situ Rawa Gede seperti sedia kala.

“Saat ini ada penerapan new normal, rumah makan dan tempat perbelanjaan di kota Bekasi sudah mulai beroperasi, kenapa tempat wisata alam belum? Di Kota Bekasi ini hanya ada berapa tempat wisata alam, lainnya Mall,” tukasnya.

Lihat juga...