Mulai 6 Mei, Korsel Longgarkan Aturan Social Distancing

Pasangan warga Korsel membuka masker yang dipakai untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19), saat berfoto di sebuah taman bermain di Seoul, Korea Selatan, Kamis (30/4/2020) – Foto Ant

SEOUL – Korea Selatan akan melonggarkan lagi aturan mengenai social distancing atau pembatasan jarak mulai 6 Mei. Hal itu dilakukan, menyusul situasi wabah COVID-19 di negara itu yang diklaim sudah terkendali.

Perdana Menteri Korsel, Chung Sye-kyun menyebut, pengujian secara masif, penelusuran kontak, dan penggunaan aplikasi pelacakan, membuat Korea Selatan mampu membatasi penularan. Hal tersebut diklaim lebih berhasil dibandingkan jika hanya mengandalkan karantina wilayah dalam jangka waktu lama.

“Pemerintah akan mengizinkan kegiatan bisnis untuk kembali berjalan di sejumlah fasilitas publik secara bertahap, yang saat ini masih tutup, juga akan mengizinkan perkumpulan orang dan kegiatan publik kembali dilakukan selama mereka mengikuti arahan disinfeksi,” kata Chung, Minggu (3/5/2020).

Pelonggaran aturan itu juga berarti, fasilitas-fasilitas publik seperti taman, perpustakaan, dan sekolah, mungkin akan kembali dibuka meski secara bertahap. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan tetap merekomendasikan warga untuk menjalankan imbauan terkait COVID-19 dalam kegiatan sehari-hari.

Dalam imbauan terbaru dari pemerintah, warga diminta tetap tinggal di dalam rumah selama tiga sampai empat hari, jika mereka merasa kurang sehat. Serta menjaga jarak satu bentangan tangan di tempat umum, dan mencuci tangan secara rutin.  Sebelumnya, pemerintah memperpanjang kebijakan pembatasan jarak hingga 5 Mei. Bahkan setelah negara itu dapat menurunkan angka kasus infeksi harian dari sekitar 900 kasus pada akhir Februari menjadi hanya 10 kasus pada pekan lalu. Per-Sabtu (2/5/2020) malam, Korea Selatan mencatat total ada 10,793 kasus infeksi, dengan 250 kasus kematian. (Ant)

Lihat juga...