Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran Gulirkan Pinjaman Rp1,4 Miliar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOYOLALI – Sejak didirikan tahun 2017 lalu, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah tercatat telah mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Selain terbukti mampu menggerakkan ekonomi sekitar melalui sejumlah unit usaha yang didirikan di bidang pariwisata, koperasi binaan Yayasan Damandiri ini juga terbukti mampu mengembangkan usaha warga yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Memanfaatkan gelontoran dana pinjaman dari Yayasan Damandiri, Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, hingga saat ini tercatat telah mampu membantu akses pinjaman modal usaha bagi sebanyak kurang lebih 726 warga desa yang menjadi nasabah/anggota koperasi.

Tak tanggung-tanggung, sampai dengan bulan Mei 2020 ini, total jumlah dana pinjaman modal usaha yang telah digulirkan Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran bahkan tercatat telah mencapai Rp1,4 miliar.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, mengakui tingginya minat warga desa dalam mengakses pinjaman modal usaha melalui unit simpan pinjam Tabur Puja atau juga sering disebut Modal Kita ini. Hal itu terbukti dengan semakin meningkatnya jumlah anggota/nasabah setiap tahunnya.

Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, saat dijumpai, belum lama ini. Foto: Jatmika H Kusmargana

“Setiap tahun jumlah anggota atau pemanfaat pinjaman modal usaha terus mengalami peningkatan. Ini tentu sangat positif untuk pengembangan usaha warga desa,” ujarnya kepada Cendana News, belum lama ini.

Mayoritas nasabah atau pemanfaat pinjaman modal usaha koperasi sendiri, dikatakan Bayu berasal dari keluarga kurang mampu atau kelompok keluarga pra-sejahtera dan sejahtera 1. Hal itu sesuai tujuan Yayasan Damandiri yang memang lebih memprioritaskan pengembangan usaha warga miskin di setiap desa binaan melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari.

“Karena berada di wilayah lereng pegunungan, mayoritas penggunaan pinjaman modal usaha anggota koperasi adalah untuk pengembangan usaha di sektor pertanian. Karena banyak warga di sini merupakan petani sayur. Selain juga di bidang perdagangan dan pariwisata,” ungkapnya.

Bayu sendiri berharap ke depan semakin banyak warga desa yang mau ikut bergabung dan menjadi mitra koperasi. Bahkan ditargetkan seluruh warga Desa Samiran sebanyak 1150 kepala keluarga atau sekitar 3000 penduduk, dapat menjadi anggota koperasi sepenuhnya. Dengan begitu, diharapkan kesejahteraan seluruh warga Desa Samiran pun bisa semakin meningkat.

Lihat juga...