Kabupaten Magetan Evakuasi 18 Santri Temboro ke RSUD

Tim medis Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan melakukan rapid test (tes cepat) deteksi virus corona penyebab COVID-19 terhadap santri Ponpes Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Selasa (21/4/2020) – Foto Ant

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengevakuasi 18 pasien COVID-19, yang merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah Desa Temboro, Kecamatan Karas. Mereka dievakuasi ke ruang isolasi RSUD dr Sayidiman, untuk dirawat sesuai standar kesehatan.

Kepala Posko Darurat Bencana Non-Alam COVID-19 Kabupaten Magetan, Ari Budi Santosa mengatakan, sejak dinyatakan reaktif saat menjalani rapid test dan dinyatakan positif COVID-19 setelah menjalani tes swab, ke-18 santri Ponpes Temboro tersebut menjalani isolasi di ruang khusus yang disediakan pihak ponpes.

“Untuk menjalani masa isolasi sesuai standar kesehatan, maka ke-18 santri positif COVID-19 dievakuasi ke RSUD dr Sayidiman Magetan, yang telah ditunjuk sebagai layanan kesehatan penanganan pasien COVID-19. Mereka semua dalam kondisi baik,” ujar Ari Budi di Magetan, Kamis (30/4/2020).

Dari 18 santri tersebut menurutnya, sebanyak 12 santri di antaranya merupakan santri asal Malaysia, satu santri asal Thailand, dan lima santri lainnya berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Adapun proses evakuasi dilakukan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Magetan, dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Sesuai prosedur, seluruh santri tersebut akan diisolasi selama 14 hari ke depan. Selama menjalani perawatan, para santri mendapat pengawasan intensif dari tim medis. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Magetan mencatat, jumlah pasien positif COVID-19 di Magetan saat ini mencapai 33 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya telah sembuh, satu meninggal dunia, dan sisanya sebanyak 23 pasien masih menjalani perawatan. (Ant)

Lihat juga...