60.000 Masker N95 dari Cina Tiba di Padang
Editor: Koko Triarko
PADANG – Sebanyak 60.000 masker N95 yang dipesan dari Cina, tiba di Gudang Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB). Masker ini dipesan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kalaksa BPBD Provinsi Sumatra Barat, Erman Rahman, mengatakan saat ini kasus Covid-19 telah mencapai angka 400 lebih. Untuk itu , diperlukan perlengkapan, seperti masker N95 yang tiba hari ini, Senin (18/5), merupakan kebutuhan yang terpenting saat ini. Sebab, dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat telah lama menunggu tambahan masker N95 tersebut.

“Untuk masker N95 ini benar-benar sangat dibutuhkan saat ini. Saya bersyukur masker ini telah tiba. Selanjutnya kita lakukan penyaluran sesuai keperluan yang dimaksud oleh Dinas Kesehatan,” katanya, Senin (18/5/2020).
Ia menyebutkan, 60.000 masker itu diperkirakan telah mampu mencukupi kebutuhan penanganan Covid-19 selama satu bulan ke depan. Melihat jumlah yang kini cukup banyak, sejauh ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Sumatra Barat, belum berpikir untuk menambah kembali stok masker N95 tersebut.
“Sejauh ini jumlah 60.000 masker N95 dinilai cukup. Semoga adanya masker yang dinilai lebih bagus ketimbang masker medis pada umumnya ini dapat menekan angka Covid-19 di Sumatra Barat,” harapnya.
Erman Rahman menyatakan, selain 60.000 masker N95 yang tiba hari ini di Gudang Posdalops-PB, sudah dibongkar juga 4.700 sepatu bood untuk kebutuhan tenaga medis di Sumatra Barat, pada Sabtu (16/5) lalu.
Sementara, hari ini sudah sampai di Padang 7.800 baju APD kualitas premium beserta kelengkapan lainnya, 60.000 masker bedah, 60.000 handscund, dan 60.000 penutup kepala, dan termasuk itu 60.000 masker N95.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, Merry Yuliesday, mengatakan dari situasi Covid-19 di berbagai daerah, maka kebutuhan perlangkapan juga mengalami peningkatan. Per minggu dibutuhkan perlengkapan medis seperti Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 4.000 yang dilengkapi masker N95.
“Penanganan Covid-19 di Sumatera Barat terus dioptimalkan, melihat kasus positif Covid-19 di daerah ini terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Kita merasa lega, karena aaat ini masker N95 telah tiba, sesuai yang kita harapkan,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan masker N95 akan lebih efisien dari segi biaya, serta lebih aman bagi para medis yang menangani pasien Covid-19. Selama ini dalam melakukan penanganan pasien Covid-19, masker yang digunakan merupakan masker bedah.
“Biasanya petugas medis menggunakan masker bedah itu, dari segi pemakaian itu hanya bisa sekali pakai. Tapi, jika untuk masker N95 bisa dipakai lima kali, yang tentunya ada situasi tertentu,” katanya, Selasa (5/5/2020).