Tradisi Ngelop di Sejumlah Pantai di Lamsel, Dibatasi
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Tradisi bersih diri atau dikenal oleh warga Lampung Selatan dengan ngelop lebih sepi dibanding tahun sebelumnya. Tradisi menyucikan diri menjelang Ramadan di sejumlah pantai, bahkan dibatasi hanya untuk warga sekitar.
Rohmat, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, menyebut di pantai Belebuk, pulau Mengkudu, pantai Labuhan Mandok, pantai Sumber Muli kerap ramai dikunjungi.
Imbas Coronavirus Disease (Covid-19) akses masuk ke pantai terpaksa ditutup. Penjaga pantai di akses masuk pantai-pantai di wilayah tersebut hanya memberikan izin kepada warga desa setempat. Pasalnya dalam kondisi normal hari libur terakhir jelang Ramadan, kerap digunakan untuk ngelop. Kegiatan ngelop kerap dilakukan oleh warga dari luar desa, bahkan hingga luar kecamatan.

Menurutnya, pemeriksaan ketat dilakukan melibatkan pihak desa. Sebab, sesuai aturan pengelola objek wisata di Lamsel menutup operasional kegiatan pariwisata sejak 16 Maret hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tradisi ngelop tetap diperkenankan bagi warga lokal dengan protokol kesehatan.
“Ngelop tetap diizinkan bagi warga yang memang tinggal di kawasan desa ini, bukan bagi warga luar wilayah, apalagi yang baru pulang dari zona merah Covid-19, sebab tradisi ngelop dilakukan beberapa hari berturut-turut sebelum dimulainya Ramadan,” terang Rohmat, Minggu (19/4/2020).
Rohmat menyebut, tradisi bersih diri di pantai bagi warga bisa mencapai lebih dari 600 orang pada kondisi normal. Namun adanya maklumat Kapolri dilarang membuat keramaian berimbas objek wisata ikut ditutup. Palang bambu yang dijaga oleh petugas menjadi langkah pencegahan keramaian di objek wisata bahari.
Sonia, salah satu warga asal Desa Totoharjo, Bakauheni, memanfaatkan waktu untuk melakukan ngelop. Pada kondisi normal sebelum adanya wabah Covid-19, tradisi ngelop akan diawali dengan bancakan atau makan bersama sebagai ungkapan syukur.
“Melalui bancakan, kami bersyukur bisa kembali mempersiapkan puasa Ramadan dan selanjutnya mandi di air laut simbol pembersihan diri,” ungkap Sonia.
Pantai Belebuk dan jajaran pantai yang kerap ramai dikunjungi wisatawan, menurutnya sepi pada Minggu (19/4/2020). Ia dan keluarganya tetap diizinkan melakukan ngelop bersama sejumlah keluarga lain yang merupakan warga setempat. Meski tetap ada yang menjalankan ngelop, tidak ada warga luar wilayah yang terlihat berwisata ke pantai Belebuk.
Selain objek wisata pantai Belebuk di sisi Barat, pantai Agro di sisi Timur Lamsel juga terlihat lengang. Pintu gerbang objek wisata bahari tersebut bahkan sudah satu bulan ditutup.
Gerbang masuk diberi tulisan “Lockdown” dengan cat merah tanda pengunjung tidak boleh masuk. Meski demikian, sebagian warga di Desa Legundi tempat pantai itu berada tetap melakukan aktivitas.
Sebagian warga yang memanfaatkan waktu untuk bersih diri atau ngelop mengisi waktu dengan berendam. Berendam di air laut yang kaya garam diyakini ikut menjaga kesehatan. Selain itu, tradisi ngelop meski tidak seramai tahun sebelumnya, menjadi kesempatan membersihkan diri menghadapi bulan suci Ramadan.
Sepinya sejumlah pantai wisata jelang Ramadan di Lamsel, juga diakui Syaifuddin Djamilus. Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel itu menyebut, tradisi ngelop tetap bisa dijalankan warga. Namun pada sejumlah objek wisata bahari surat edaran bupati Lamsel nomor 421/1294/IV.02/2020 Tentang Pencegahan Covid-19, tetap berlaku.
“Bagi warga tradisi ngelop tetap dijalankan, namun hindari kerumunan dan ikuti protokol kesehatan,” beber Syaifudin Djamilus.
Penghentian sejumlah fasilitas wisata, menurut Syaifudddin Djamilus harus ditaati pengelola. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19, objek wisata berpotensi menimbulkan kerumunan. Peran aktif pengelola dilakukan dengan membatasi, bahkan melarang wisatawan luar daerah berkunjung. Bagi tradisi ngelop diprioritaskan untuk warga yang tinggal di dekat objek wisata tersebut.