Siswa di Sumbar Produksi Ratusan Ribu Masker untuk Gugus Tugas

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Sebanyak 128.500 masker hasil karya dari 14 SMK dan dua SMA di Sumatera Barat, diserahkan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat. Kepedulian dari siswa itu, turut mengurangi kebutuhan pemerintah dalam melakukan penanganan Covid-19 ini.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri, mengatakan, sebuah kebanggaan atas hal yang dilakukan oleh para siswa dan para guru yang terlibat, untuk memproduksi masker di tengah-tengah wabah Covid-19 ini. Masker adalah kebutuhan yang cukup banyak dalam upaya penanganan virus ini, hal ini jugalah menjadikan SMK dan SMA berusaha untuk memproduksi masker tersebut.

“Sebelumnya hanya ada sekitar 8 sekolah yang telah memproduksi masker itu, sekarang jumlahnya mencapai 14 SMA dan 2 dari SMA. Semoga masker dari karya siswa dan para guru ini, bermanfaat bagi pemerintah dalam penanganan Covid-19,” katanya, Senin (20/4/2020).

Menurutnya, meski yang dilakukan oleh para siswa itu sebatas memberikan masker saja, tapi hal itu bentuk perjuangan siswa bersama pemerintah untuk menangani Covid-19 tersebut. Sebab, masker-masker dari karya siswa itu, akan dibagikan langsung oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera Barat.

Ia menjelaskan masker yang dibuat di SMK dan SMA tersebut memiliki kelebihan, yakni bisa dipakai berulang setelah dicuci dan bahannya bebas bahan kimia. Hal ini dikarenakan bahannya terbuat dari kain, dan dinilai aman untuk dipakai berulang kali setelah dicuci.

“Karya anak-anak kita ternyata sangat luar biasa, dengan produksi masker sudah sama membantu pemerintah dalam menghadapi kelangkaan masker,” sebutnya.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, bantuan sebanyak 128.500 masker hasil karya dari 14 SMK dan dua SMA di Sumatera Barat itu, secepatnya akan langsung bagikan kepada setiap posko-posko perbatasan. Apalagi Rabu mendatang kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dimulai, sehingga masker akan dibutuhkan bagi yang bertugas di lapangan.

“Selain untuk masyarakat, rencananya bantuan masker ini akan disalurkan pada setiap posko-posko di perbatasan. Termasuk bagi para pendatang yang ingin masuk ke wilayah Sumatera Barat yang tidak menggunakan masker,” paparannya.

Ia berharap, dengan adanya karya dari para siswa dan guru SMK dan SMA ini, tidak ada lagi istilahnya kosongnya masker di bagi Sumatera Barat. 128.500 masker adalah jumlah yang sangat besar. Setidaknya, selama penanganan Covid-19 ini, masker-masker tersebut dapat terpakai banyak pihak.

“Tapi saya meminta agar kualitas kain yang digunakan untuk membuat masker ini, tetap dijaga agar hasil yang didapat semakin maksimal dan layak untuk digunakan dan bagi kesehatan penggunanya,” harapnya.

Gubernur memaparkan adapun SMK dan SMA yang menyerahkan bantuan masker datang dari berbagai SMK dan SMA di wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Dalam melakukan produksi masker ini, bahan dan yang lainnya diberikan langsung oleh pemerintah, dan dikerjakan langsung oleh para siswa.

Masing-masing sekolah yang terlibat yakni SMKN 6 Padang 10.000, SMKN 8 Padang 10.000, SMKN 1 Payakumbuh 10.000, SMKN 3 Payakumbuh 10.000, SMKN Ampek Angkek 10.000, SMKN Luhak 2.500, SMKN 2 Bukittinggi 5.000, SMKN 1 Sijunjung, SMKN 1 Lubuk Sikaping 6.000, SMKN 1 Sawahlunto 4.000, SMKN 1 Lembah Gumanti 2.000, SMKN 1 Ranah Pesisir 27.000, SMKN 3 Solok 2.000, SMKN 1 Lintau Buo 5.000, SMAN 2 Lintau Buo 10.000, SMAN 5 Payakumbuh + SLB Tanah Datar 10.000.

Lihat juga...