Sambang Nusa di Pulau Sebesi Sosialisasikan Bahaya Covid-19
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Upaya penanganan pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19) terus dilakukan oleh Kepolisian Resort (Polres) Lampung Selatan (Lamsel) bersama jajaran. Setelah melakukan sambang nusa di pulau Rimau Balak, Kecamatan Ketapang, kegiatan yang sama dilakukan di pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa.
Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasatpolair) Polres Lamsel, AKP Toni Apriadi, menyebut sambang nusa menjadi kegiatan rutin. Namun selama masa tanggap darurat Covid-19, kegiatan sambang nusa difokuskan untuk penanganan dan pencegahan virus tersebut.
“Wilayah kepulauan yang jauh dari daratan, tetap menjadi perhatian agar, masyarakat tetap waspada,” kata AKP Apriadi, saat sambang nusa di pulau Sebesi, Senin (14/13/2020).
Menurutnya, kewaspadaan terhadap Covid-19 disosialisasikan kepada warga Desa Tejang yang ada di pulau Sebesi, yang tinggal di perairan Selat Sunda tersebut. Langkah yang dilakukan personel sesuai maklumat Kapolri. Di antaranya tidak mengadakan kegiatan sosial yang menyebabkan berkumpulnya massa.

“Tetap tenang dan tidak panik serta lebih meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan pemerintah, jaga jarak, pakai masker dan tidak menebar berita hoaks,” jelasnya.
Selain sosialisasi kewaspadaan Covid-19, Satpolair Polres Lamsel juga membagikan masker. Masker kain yang dibagikan kepada warga merupakan alat pelindung diri. Meski sederhana, namun penggunaan masker sangat penting. Sebab dengan penggunaan masker bisa menghindari adanya potensi paparan Covid-19.
Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) dengan adanya erupsi pada Jumat (10/4), menurutnya juga menjadi perhatian. Dengan keaktifan gunung tersebut masyarakat di pulau Sebesi diimbau tetap waspada. Koordinasi dengan aparat desa, komunikasi dengan personel kepolisian dan sejumlah instansi terkait diperlukan dalam kewaspadaan aktivitas GAK.
“Pembagian masker selain untuk pencegahan Covid-19 juga untuk pencegahan paparan debu vulkanik Gunung Anak Krakatau,selain itu sosialiasi agar warga rajin mencuci tangan dengan sabun,” cetusnya.
Dalam sambang nusa ini, Satpolair menyampaikan sosialisas Covid-19 sekaligus memantau situasi masyarakat pascaerupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) beberapa hari lalu.
Mendampingi Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo, ia menegaskan masker kain yang dibagikan imbas mahal dan langkanya masker medis. Masker yang juga dapat melindungi pernapasan bisa dicuci dengan sabun usai digunakan.
Astuti, salah satu warga dan seluruh aparatur Desa Tejang Pulau Sebesi, mmenyampaikan apresiasi sebesar-besarnya untuk Satpolair Polres Lamsel yang telah melakukan sosialisasi tentang pemahaman pencegahan penyebaran Covid-19. Selain itu, warga merasa aman karena usai erupsi GAK masih membuat warga trauma pada tsunami 2018 silam.
Kegiatan sambang nusa Polres Lamsel, sebut Astuti, sekaligus menjadi harapan agar pihak lain juga peduli pada warga pulau Sebesi.
Sebelumnya, warga yang mengandalkan usaha dari sektor pariwisata dan perkebunan alami penurunan hasil. Sebagian warga berharap, agar ada bantuan pemerintah usai sejumlah mata pencaharian berkurang.