Positif Covid-19 di Indonesia Capai 4.241 Kasus, Meninggal 373

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat hingga hari ini, Sabtu 12 April 2020 pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 telah mencapai 4.241 kasus. Artinya ada penambahan 399 kasus hari ini, di mana jumlah kasus sebelumnya sebanyak 3.842 kasus dan 373 dinyatakan meninggal.

“Perkembangan terbaru, hari ini ada penambahan kasus positif Civid-19 sebanyak 399 kasus. Sehingga total kasus positif Covid-19 menjadi 4.241, di mana jumlah positif Covid-19 hari sebelumnya sebanyak 3.842 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto saat jumpa pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (12/4/2020).

Selain itu untuk pasien sembuh hari ini, kata Yuri ada penambahan sebanyak 73 orang, sehingga jumlah total yang sembuh hingga saat ini sebanyak 359 orang. Di mana hari sebelumnya jumlah yang dinyatakan sembuh dari positif Covid-19 sebanyak 286 orang.

“Hari ini ada penambahan pasien sembuh sebanyak 73 orang, sehingga jumlah pasien yang sudah sembuh sampai hari ini adalah 359. Di mana hari sebelumnya sebanyak 286 orang,” sebutnya.

Sedangkan untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal terus bertambah, hingga hari ini jumlah total yang meninggal sebanyak 373 orang dan ada penambahan sebanyak 46 orang. Di mana data sebelumnya jumlah yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 327.

“Untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal hari ini bertambah 46 orang sehingga jumlah keseluruhan yang meninggal sebanyak 373 orang. Hari sebelumnya jumlah yang meninggal sebanyak 327 orang,” ujarnya.

Data hari sebelumnya, per Sabtu 11 April 2020, jumlah positif Covid-19 sebanyak 3.842 kasus, di mana yang meninggal sebanyak 327 orang dan pasien yang dinyatakan sembuh 286 orang.

Yuri terus mengingatkan, penambahan kasus yang terus bertambah harus menjadi perhatian semua pihak. Dimana penambahan kasus positif menunjukkan masih ada yang belum melaksanakan isolasi, masih ada penularan karena kontak dekat, dan masih ada yang belum rajin cuci tangan pakai sabun.

“Untuk itu agar masyarakat menjaga jarak dalam komunikasi sosial. Baik dengan orang di luar rumah maupun di dalam rumah. Selain itu masyarakat juga harus menghindari kerumunan dan menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun,” jelasnya.

Lihat juga...