Penjual Usaha Kuliner di Bandar Lampung Keluhkan Bahan Baku

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah pemilik usaha kuliner kue tradisional di Bandar Lampung tetap berjualan seperti biasa.

Sulastri, pedagang kue tradisional di Pasar Kangkung, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung mengaku melakukan aktivitas seperti kondisi normal. Meski wabah Corona Virus Disease (Covid-19) melanda ia menyebut kue tradisional masih tetap diminati masyarakat.

Meski tetap berjualan kue tradisional Sulastri menyebut ia justru mengalami kenaikan harga bahan baku. Kenaikan harga bahan baku meliputi gula pasir, tepung gandum, gula merah.

Sebagai pedagang kue tradisional yang membutuhkan bahan baku, banyak kenaikan harga memberatkan pedagang. Sebab kelangkaan sejumlah bahan baku jadi penyebab harga mengalami kenaikan.

Harga gula pasir kemasan 1 kilogram yang semula Rp12.500 menurutnya pada sejumlah toko tidak mengalami kenaikan. Meski demikian stok gula pasir mulai berkurang sehingga ia membeli dalam bentuk curah.

Gula pasir curah menurutnya dijual dengan harga Rp16.000 hingga Rp18.000. Meski alami kenaikan harga gula pasir menurutnya sangat diperlukan untuk pemanis sejumlah kue tradisional.

“Keputusan pemerintah daerah untuk melakukan aktivitas di rumah, belajar di rumah menjadikan permintaan kue tradisional meningkat. Namun bahan baku pembuatan kue sebagian mulai sulit diperoleh kalaupun ada harganya naik,” terang Sulastri saat ditemui Cendana News, Sabtu (4/4/2020).

Sulastri menyebut menjual berbagai jenis kue tradisional seperti kue lapis ,apem, arem-arem, agar-agar, dodol.

Sejumlah kue tradisional tersebut dominan membutuhkan bahan baku gula pasir, tepung terigu dan gula merah. Meski sejumlah bahan baku alami kenaikan ia tetap melalukan produksi. Sebab permintaan kue tradisional tetap stabil dengan harga rata-rata mulai Rp2.000 per buah.

Mencegah penyebaran virus Corona, Sulastri yang dibantu Anita sang adik selalu mengenakan masker. Ia bahkan menyediakan cairan hand sanitizer pada tempatnya berjualan.

Tempat cuci tangan bagi pengunjung lengkap dengan sabun selalu disediakan menjaga kebersihan selama proses transaksi. Keputusan tetap berjualan kue tradisional untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Warga dominan ada di rumah menghabiskan waktu menonton televisi sembari menikmati kue,” cetusnya.

Yuliasih, pedagang kue tradisional di pasar Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung mengaku tetap berjualan. Sebagai salah satu pedagang kue menjadi bagian kebutuhan makanan.

Yuliasih (kanan) pedagang kue di pasar Gudang Lelang Teluk Betung Bandar Lampung tetap berjualan dengan mengurangi jumlah kue yang dijual imbas mahalnya bahan baku, Sabtu (4/4/2020) – Foto: Henk Widi

Meski sejumlah pedagang pakaian dan nonsembako mulai berhenti berjualan ia dan pedagang kuliner tetap berjualan. Meski demikian harga bahan baku diakuinya alami kenaikan.

Jenis bahan baku yang naik meliputi tepung terigu semula dijual Rp6.000 naik menjadi Rp8.000 per kilogram. Harga gula merah yang kerap digunakan untuk kuah pempek dibeli semula Rp14.000 naik menjadi Rp16.000 per kilogram.

Berkurangnya stok barang pada sejumlah toko menjadi penyebab kenaikan harga. Terlebih saat pandemi Covid-19 warga memilih membeli kebutuhan lebih banyak.

“Banyak warga yang memilih membeli barang kebutuhan pokok lebih banyak dibanding kondisi normal sehingga berimbas kelangkaan,” tutur Yuliasih.

Pedagang pempek bernama Dewita di Jalan Pangeran Antasari mengaku kesulitan bahan baku tepung tapioka. Bahan baku pembuatan makanan tradisional pempek Selero Kito dijual dengan harga Rp1.000 per buah. Menjual sekitar 1.000 buah setiap hari ia menyebut mengurangi penjualan menjadi 800 buah pempek.

Dewita (kiri) salah satu pedagang pempek di Jalan Pangeran Antasari Tanjungkarang Bandar Lampung tetap berjualan meski terjadi pengurangan penjualan secara langsung, Sabtu (4/4/2020) – Foto: Henk Widi

“Pengurangan penjualan dilakukan karena bahan baku sulit diperoleh namun permintaan tetap tinggi,” cetusnya.

Dewita menyebut bahan lain yang mulai langka diperoleh jenis gula aren. Harga gula aren yang semula Rp20.000 menurutnya naik menjadi Rp27.000 per kilogram. Bahan kuah pempek tersebut kerap diperoleh dari distributor dari wilayah Tanggamus dan Pesawaran.

Permintaan yang meningkat diakuinya jadi penyebab langkanya tepung tapioka dan gula aren.

Lihat juga...