Pemuda di Bakauheni Membuat Kreasi Speaker Unik
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Pelantang suara untuk musik yang diputar dari smartphone kerap dihubungkan dengan kabel data serta bluetooth.
Memanfaatkan bahan bekas, Andri Setiawan, salah satu pemuda di Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menggunakan botol bekas oli untuk kreasi speaker musik. Semula ia menyebut hanya memiliki speaker untuk memperkeras suara televisi.
Pemuda yang duduk di bangku kelas IX SMPN 1 Bakauheni itu menyebut kerap berkumpul dengan teman yang memiliki bengkel.
Memanfaatkan waktu di bengkel motor bersama temannya, ia melihat sejumlah botol bekas oli hanya dibuang. Sebagian botol tersebut kerap dimanfaatkan oleh sejumlah ibu rumah tangga untuk pot bunga. Sebagian botol berbahan plastik tersebut dijual ke pengepul barang bekas.
Kerap berada di bengkel bersama rekannya bernama Farul ia mulai memanfaatkan botol bekas untuk dijadikan pelantang suara musik. Botol bekas oli yang sudah tidak terpakai selanjutnya dicuci dengan air bercampur pasir.
Penggunaan pasir bertujuan agar sisa oli yang masih menempel bisa lebih bersih. Setelah dibersihkan ia membuat lubang untuk menempatkan rangkaian kabel.
“Instalasi kabel berasal dari bekas speaker televisi yang sudah rusak lalu dirangkai kembali dengan solder listrik sekaligus memasang alat bluetooth agar speaker bisa terkoneksi dengan smartphone yang saya miliki dan mudah dibawa,” terang Andri Setiawan saat ditemui Cendana News, Rabu (8/4/2020).
Andri Setiawan menyebut kreativitas dengan bahan bekas tersebut membuat ia tidak harus membeli speaker baru. Proses belajar merangkai instalasi audio tersebut diakuinya dengan melihat tutorial yang ada di Youtube.
Sebab aplikasi penggunaan alat pelantang kerap bisa dibuat dengan kotak kayu. Namun karena lebih berat ia memutuskan memakai bekas botol oli.
Alat pelantang yang memungkinkan musik terkoneksi melalui bluetooth semula akan ditempatkan pada alat musik gitar. Namun ia memilih memasangnya pada botol oli bekas agar lebih ringan dan mudah dibawa.
Sebab speaker ukuran besar yang dimilikinya berukuran lebih besar. Rangkaian kabel untuk pembuatan speaker diperoleh dari bekas speaker pabrikan yang telah rusak.
“Saya merakitnya kembali agar bisa dipasang pada botol bekas oli dengan kualitas suara yang tetap nyaring,” bebernya.
Penggunaan botol bekas oli menurutnya menjadi kreativitas selama libur sekolah. Sebab saat kegiatan belajar jarak jauh sejak 16 Maret silam ia kerap bosan berada di rumah.
Memanfaatkan waktu bersama sejumlah rekan ia menggunakan botol bekas untuk berkreativitas. Sebab selama ini botol bekas juga digunakan untuk membuat mainan bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Fahru, rekan sebaya Andri Setiawan yang sedang libur sekolah menyebut membantu orangtua. Sejumlah pekerjaan di bengkel yang bisa dilakukan olehnya meliputi ganti oli, ganti rantai dan ganti ban.

Botol bekas oli menurut Fahru pada musim panen kerap meningkat. Sebab kendaraan pengangkut hasil panen jagung dan hasil pertanian kerap harus rutin diganti.
“Imbasnya botol bekas oli yang dibuang cukup banyak, sebagian dimanfaatkan untuk pot bunga, menanam sayur dan sebagian dijual,” cetusnya.
Fahru yang sebaya dengan Andri Setiawan memilih menggunakan waktu untuk berkreasi. Botol bekas oli yang telah dibuang menurutnya dikreasikan menjadi pengeras audio musik.
Meski terbilang sederhana bagi pemuda yang tinggal di pedalaman, speaker dari botol bekas oli sangat berguna. Sebab pemanfaatan barang bekas tersebut bisa dipergunakan untuk menghemat daripada membeli speaker baru.
Merakit speaker dari bekas botol oli menurutnya kerap diminta oleh rekan-rekannya. Sebab sebagai pemuda yang sebagian membantu orangtua di kebun, speaker dari botol oli bekas cukup membantu.
Dikoneksikan melalui bluetooth suara yang dihasilkan cukup lantang sehingga tidak perlu membeli speaker baru. Penyempurnaan pembuatan speaker terus dilakukan sembari mendalami ilmu elektronika.