Pasien Sembuh dari Covid-19 di DIY Bertambah Dua Orang
YOGYAKARTA – Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu (18/4/2020) bertambah dua orang. Sehingga total pasien yang sembuh dari infeksi virus corona jenis baru di daerah tersebut menjadi 27 orang.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih mengatakan, dua pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 adalah pasien kasus 33, laki-laki berusia 45 tahun (warga Bantul) dan pasien kasus 53 yaitu perempuan berusia 41 tahun (warga Sleman). “Laporan kesembuhan kasus positif COVID-19 ada dua kasus,” katanya, Sabtu (18/4/2020).
Meski demikian, pada Sabtu (18/4/2020), DIY masih mencatat keberadaan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak tiga pasien. Tiga pasien positif baru itu seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Mereka adalah pasien kasus 67 berusia 40 tahun (warga Sleman), pasien kasus 68 berusia 26 tahun (warga Bantul), dan pasien kasus 69 berusia 65 tahun (warga Bantul).
Ketiga pasien memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah, bahkan satu di antaranya ada riwayat perjalanan dari luar negeri. “Ada riwayat perjalanan, yang nomor satu ke London, nomor dua ke Jawa Barat, nomor tiga ke Bali,” kata Berty.
Berdasarkan laporan dari rumah sakit rujukan di DIY, Berty mencatat, empat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dilaporkan meninggal dunia saat masih menunggu hasil laboratorium. Tiga di antaranya berjenis kelamin laki-laki yakni, pasien berusia 60 tahun (Gunungkidul), pasien berusia 79 tahun (warga Kulon Progo), pasien berusia 78 tahun (warga Kota Yogyakarta).
Kemudian satu pasien perempuan berusia 81 tahun (warga Sleman). Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) di DIY hingga Sabtu (18/4/2020) totalnya mencapai 3.672 orang. Sementara untuk PDP yang sudah diperiksa terkait dengan COVID-19 (dengan tes swab) tercatat 636 orang.
Dari jumlah PDP tersebut, 315 orang di antaranya dinyatakan negatif corona. Sembilan di antaranya meninggal, 67 orang positif di mana 27 orang di antaranya sembuh, dan tujuh meninggal. Sedangkan yang masih menunggu hasil tes ada 254 orang dengan 12 di antaranya telah meninggal.
Sementara itu Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta menyebut, hingga saat ini sudah ada dua dokter yang bertugas di fasilitas layanan kesehatan dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. Saat ini, keduanya menjalani isolasi dan dalam kondisi baik. “Dari catatan kami, sudah ada tenaga medis yang terpapar COVID-19. Keduanya adalah dokter, tidak ada yang berstatus perawat,” kata Ketua Harian Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Sabtu (18/4/2020).
Satu dari dua dokter tersebut bahkan sudah menjalani isolasi mandiri selama hampir dua pekan, dan satu dokter lainnya sudah menjalani isolasi selama empat hari. Salah satu dokter menjalani isolasi mandiri di rumah, dengan dukungan pengawasan dari rumah sakit tempatnya bekerja. Sedangkan satu dokter lainnya menjalani isolasi di rumah sakit. “Keduanya dinyatakan positif setelah menjalani pemeriksaan swab,” kata Heroe.
Saat ini seluruh anggota keluarga dari kedua dokter tersebut sudah mendapatkan contact tracing dan pemeriksaan, namun hasilnya masih belum didapatkan. Heroe menyebut, dugaan sumber penularan kedua dokter tersebut berbeda. “Salah satu dokter, suaminya yang bekerja di Jakarta baru pulang ke Yogyakarta, dan satu dokter lainnya terpapar dari pasien,” katanya.
Berdasarkan data corona.jogjakota.go.id, jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Yogyakarta hingga Sabtu (18/4) pukul 16.00 WIB, yang masih menjalani perawatan sebanyak empat orang. Kemudian empat pasien dinyatakan sembuh, dan satu orang meninggal dunia.
Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih menjalani perawatan sebanyak 17 orang, 45 orang dinyatakan pulih, dan sembilan orang meninggal dunia. Sementara itu, untuk data kumulatif ODP hingga saat ini tercatat ada sebanyak 443 orang, terbanyak di Kecamatan Umbulharjo 106 orang.
Heroe berharap, masyarakat tetap mematuhi aturan dari pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Di antaranya tetap berada di rumah, menjalankan physical distancing, mengenakan masker saat beraktivitas, hingga rutin menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Sedangkan bagi warga dari luar daerah yang baru datang ke Yogykarta diminta untuk menyampaikan laporan, baik secara online atau melalui perangkat RT/RW di wilayah. Hingga Kamis (16/4/2020) pukul 15.00 WIB, jumlah pendatang di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 1.912 orang. (Ant)