Limbah Pertanian Ikut Sumbang Sampah di Pantai Lampung Selatan
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Kurangnya kepedulian dan ditambah dengan musim penghujan di wilayah Lampung Selatan (Lamsel) menyebabkan limbah pertanian usai panen padi, jagung, pisang mengotori sejumlah pantai.

Hasanudin, salah satu nelayan di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa menyebutkan, limbah pertanian yang dibuang petani ke sungai mengakibatkan sampah terbawa hingga ke muara. Berbagai sampah jenis batang pisang, ranting dan batang kayu bahkan mengganggu alat tangkap jenis jaring dan pancing.
“Sejumlah sampah limbah pertanian disisi lain sangat mengganggu perairan pada zona tangkap nelayan, namun jika dimanfaatkan bisa dipakai menjadi rumpon untuk tempat berkumpul ikan untuk lokasi pemancingan,” terang Hasanudin saat ditemui Cendana News di pantai Kunjir, Rabu (29/4/2020).
Hasanudin menyebut, lokasi pantai Kunjir sangat dekat dengan lahan pertanian di kaki Gunung Rajabasa. Imbasnya saat musim panen berbarengan dengan penghujan volume sampah limbah pertanian akan meningkat.
“Sebagian sampah sengaja dibuang tapi ada juga yang terkena luapan sungai yang banjir,” bebernya.
Hasanah, salah satu warga di Bakauheni menyebutkan, sampah dari sejumlah sungai mengakibatkan pantai kotor. Sampah yang mencemari pantai Minangruah, Desa Kelawi didominasi dengan sampah plastik.
“Selama pantai tidak dikunjungi wisatawan, kondisi lingkungan lebih bersih,” terangnya.
Sejumlah sampah plastik yang mengotori pantai disebut Hasanah dikumpulkan untuk dijual. Meski hanya seharga Rp1.000 perkilogram dari menjual sampah ia bisa mendapat penghasilan.
Mengumpulkan sampah di tepi pantai menurutnya sekaligus membantu pengelola objek wisata. Sebab sebagian sampah yang tersisa jenis batang,ranting kayu dibersihkan dengan proses pembakaran.
Ahmad, petani di Bakauheni menyebut masih memilih membuang sampah seperti kulit timun, batang timun, batang jagung dan padi ke sungai. Pembuangan limbah pertanian ke sungai menurutnya mempercepat pembersihan lahan.
“Petani memilih membuang sampah di tepi sungai karena cepat busuk meski saat penghujan sebagian terbawa oleh banjir,” cetusnya.
Berbagai jenis limbah pertanian menurutnya hanya diletakkan pada bantaran sungai. Namun imbas banjir yang terjadi mengakibatkan limbah pertanian ikut terbawa hingga ke sejumlah pantai di pesisir Bakauheni.