Lezatnya Menu Ikan Nila Ungkep Warung Nasi di Jalinpantim

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Ikan nila atau Oreochromis niloticus merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang kerap dijadikan bahan kuliner. Salah satu warung nasi mengolahnya menjadi menu ikan nila ungkep dengan bumbu rempah yang melezatkan.

Nurhasanah, pemilik warung nasi Dua Putri di Jalan Lintas Pantai Timur (Jalinpantim) Sumatera menyebut menjadikan menu itu andalan di warungnya.

Jenis ikan nila menurut Nurhasanah banyak jadi pilihan karena ikan tersebut banyak dibudidayakan warga. Budidaya ikan nila pada air mengalir bersumber dari sungai Way Sekampung membuat ikan lebih segar. Ia menyebut mendapat pasokan ikan nila dari pembudidaya rata rata 100 kilogram dalam sepekan. Ikan dalam kondisi segar akan diolah saat ada pesanan.

Proses pengolahan ikan nila menurut Nurjanah cukup mudah. Ikan akan dibersihkan bagian sisiknya agar mempercepat proses penggorengan. Meminimalisir aroma amis setelah ikan dibersihkan bagian sisik,bagian perut dan dibelah daging ikan nila direndam pada air jeruk. Proses perendaman air jeruk sekaligus menambah aroma saat digoreng dengan adanya tambahan irisan daun jeruk.

“Ikan nila yang dibudidayakan pada air mengalir lebih bersih namun aroma amisnya kerap lebih tinggi sehingga perlu disiasati dengan menggunakan air jeruk nipis dan daun jeruk agar lebih harum,” terang Nurhasanah saat ditemui Cendana News, Sabtu (25/4/2020).

Nurhasanah menyiapkan menu ikan nila ungkep dengan bumbu rempah yang siap disajikan kepada pelanggan, Sabtu (25/4/ 2020). -Foto: Henk Widi

Setelah ikan selesai dibersihkan, direndam dengan air jeruk ikan langsung digoreng. Namun sesuai permintaan sebagian pelanggan kerap meminta ikan tidak digoreng. Selera konsumen yang akan memesan kerap menentukan ikan akan digoreng terlebih dahulu atau tidak sebelum diungkep. Meski demikian dominan pelanggan minta digoreng agar lebih renyah.

Setelah bahan ikan nila disiapkan,beberapa jenis bumbu rempah disiapkan. Bumbu disiapkan meliputi kunyit, jahe, ketumbar, lada, kemiri, bawang putih, sereh. Semua jenis bumbu tersebut akan dihaluskan dengan cara diulek atau menggunakan mesin penghalus (blender). Semua bumbu rempah tersebut akan ditambah dengan penyedap rasa serta garam.

Semua bumbu yang telah dihaluskan akan ditumis dengan minyak secukupnya hingga memiliki aroma yang harum. Setelah tercium aroma wangi bumbu yang telah ditumis akan diberi tambahan garam dan penyedap rasa dan tambahan air.  Ikan nila yang telah digoreng selanjutnya dimasukkan pada bumbu tumis yang mulai mendidih.

“Sereh yang sudah digeprek sebaiknya diletakkan di bawah ikan nila agar tidak mudah gosong selama proses ungkep,” cetusnya.

Proses ungkep menurut Nurhasanah dilakukan dengan menggunakan api kompor sedang. Ikan nila yang telah diugkep dengan jumlah sekitar 5 ekor akan matang setelah 15 menit terutama yang telah digoreng. Proses ungkep memakai panci sebaiknya tidak dibalik agar ikan tidak hancur. Agar lebih meresap air bumbu disiramkan pada ikan nila yang diungkep. Saat air telah menyusut ikan nila ungkep siap disajikan.

Sebagai tambahan penyedap rasa yang disukai, Nurhasanah menaburi cabai rawit utuh dan kemangi. Cabai rawit utuh akan masuk ke dalam ikan saat proses ungkep ditambahi dengan daun kemangi. Penambahan daun kemangi sekaligus mengurangi rasa amis ikan nila yang sebelumnya telah digoreng dengan daun jeruk. Penambahan kemangi sekaligus menciptakan sensasi menggugah selera makan.

“Aroma kemangi akan semakin terasa jika hanya dilayukan dengan cara menaburkan setelah ikan nila matang,”cetusnya.

Nurhasanah menyebut tetap membuka warung makan miliknya setiap hari. Sebab lokasi berjualan miliknya tepat berada di depan pabrik penggilingan jagung. Memasuki masa panen raya jagung sejumlah pengemudi menjadikan warung miliknya tempat makan dan bersantai. Sehari ia mengaku bisa menyediakan sebanyak 30 kilogram ikan nila terutama saat musim panen jagung.

Yulis, salah satu warga asal Ketapang menyebut kerap mampir untuk menikmati hidangan nila ungkep. Ikan dengan bumbu rempah tersebut memiliki rasa yang gurih terutama setelah digoreng. Penambahan cabai rawit pada ikan nila ungkep membuat sensasi menemukan ranjau pedas saat menikmatinya. Tambahan sayuran yang direbus berupa bayam,kacang panjang,lalapan menambah kelezatan ikan nila ungkep.

“Saat akan menikmati ikan nila ungkep kadang saya sudah menelpon pemilik agar tiba di sini sudah matang,” cetusnya.

Yulis menyebut dengan cukup membayar Rp20.000 ia bisa menikmati seporsi ikan nila ungkep dengan nasi dan sayur. Warung nasi Dua Putri yang buka setiap hari selama bulan Ramadan sekaligus menjadi rujukan bagi pengemudi yang hendak berbuka puasa dan sahur. Lokasi yang ada di Jalinpantim Desa Sumber Nadi sebagai desa yang mayoritas memeluk agama Hindu membuat warung tersebut buka 24 jam.

Lihat juga...