Hasil ‘Rapid Test’ di Jabar, 409 Orang Positif Corona
Editor: Makmun Hidayat
BANDUNG — Hasil rapid test di yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak seminggu lalu dilaksanakan pada 27 kota/kabupaten setempat hasilnya telah keluar. Dari hasil rapid test tersebut diperoleh data sebanyak 409 orang positif corona atau Covid-19.
Data tersebut didapat hingga 31 Maret 2020 pukul 16.00, dengan mengambil sampel kepada 10.597 orang di semua kota/kabupaten wilayah setempat, dan diketahui 9.995 orang dinyatakan negatif dari keseluruhan hasil.
“409 orang yang diketahui positif corona, merupakan hasil rapid test. Selanjutnya akan dilakukan tes lanjutan dalam bentuk tes swab dan VTM,” ungkap Berli Hamdani, Kepala Dinas Kesehatan Jabar, sesuai rilis yang didapat Cendana News, Rabu (1/4/2020).
Namun demikian dia menegaskan bahwa ketersediaan perangkat tes swab dan VTM yang masih terbatas, maka proses tes lanjutan masih akan menunggu tersedianya perangkat tes swab.
“Tes swab-nya dilakukan di kabupaten/kota. Bisa di rumah sakit atau di labkes kabupaten/kota, setelah dilakukan tes swab, hasil tesnya dikirim ke Labkesda Provinsi. Nanti, dari 409 positif corona ini, baru bisa dilihat hasil akhirnya setelah dilakukan PCR oleh Labkesda Provinsi Jabar,” ungkapnya.
Dengan begitu, menurut Berli, Labkesda Provinsi Jabar masih menunggu kiriman sampel spesimen hasil rapid test dari kabupaten/kota untuk diperiksa kembali. Karena ketersediaan perangkat untuk tes swab yang masih sedikit, maka Labkesda Provinsi Jawa Barat, harus berbagi dengan labkes kabupaten/kota dan hanya memberikan tes swab kepada pasien yang tepat sasaran.
“Tes swab hanya diberikan kepada pasien positif berdasarkan hasil tes rapid, atau PDP,” ucapnya.
Menurutnya, untuk menambah persediaan perangkat tes swab, dan VTM (Virus Transfer Media), Dinkes Jabar juga saat ini sudah mendapat bantuan dari Unpad dan RSHS, serta sedang meminta tambahan kepada Balitbangkes.
Hal lain lanjutnya dari 409 warga yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid tes, akan dilakukan pelacakan riwayat kontak oleh tim screening dari bidang PDP (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan, di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Secara tupoksi, memang akan dilakukan pelacakan riwayat kontak oleh Bidang PDP yang bertugas melakukan penyelidikan epidemiologi, yang akan mencari riwayat kontak PDP secara berjenjang dari lingkungan yang paling dekat yaitu keluarga dan kemudian lingkungan yang terhubung dengan mereka yang dinyatakan PDP,” ungkapnya.
Saat ini, salah satu garda depan dalam upaya pencegahan penyebaran virus korona adalah Labkesda Provinsi Jawa Barat, yang bertugas memeriksa spesimen akhir untuk menentukan positif tidaknya seorang PDP, yang sampelnya dikirim dari RS dan labkes kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.
“Bahkan, Labkesda Jabar tetap berfungsi sebagai pusat rujukan spesimen sample pemeriksaan laboratorium bukan hanya untuk Jabar tapi se-Indonesia,” tegasnya tisak disebutkan daerah mana terbanyak positif corona sesuai hasil rapid test tersebut.
Menurut Berli, upaya pencegahan penyebaran COVID-19 dengan rapid test maupun tes swab akan terus dilakukan sampai dinyatakan oleh pemerintah bahwa penyebaran wabah COVID-19 ini berakhir.
Selain itu, Berli optimistis, COVID-19 bisa ditaklukkan meski tak mudah dan butuh waktu. Sebagai bukti, lebih dari 175.000 pasien positif COVID-19 di dunia berhasil sembuh. Di Jabar, 11 pasien positif telah dinyatakan pulih.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada gugus tugas di tingkat nasional yang lintas sektoral,” pungkasnya.