Cegah Covid-19, Kecamatan Ketapang Data Perantau Mudik
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Arus kedatangan sejumlah perantau yang bekerja pulang kampung atau mudik, sekolah di daerah lain meningkat di Lampung Selatan (Lamsel) termasuk ke Kecamatan Ketapang. Tim gugus tugas penanganan virus pada tingkat kecamatan bersinergi hingga ke level dusun untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Madroi, Camat Ketapang menyebut sejumlah perantau yang memilih pulang lebih awal menurutnya dipengaruhi sejumlah faktor. Pada sejumlah perantau yang bekerja pada bidang informal di Jakarta dan sekitarnya tutupnya usaha menjadi alasan pulang kampung. Sebagian warga yang kuliah, sekolah diwajibkan melakukan pembelajaran jarak jauh memilih pulang kampung.

Antisipasi perantau dari zona merah atau episentrum Covid-1, gugus tugas pencegahan dibentuk pada semua desa. Selain fasilitas bilik disinfektan, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan dilakukan pada sejumlah rumah warga. Pencatatan perantau yang baru tiba dilakukan sekaligus penerapan protokol kesehatan.
“Sesuai protokol kesehatan warga yang baru pulang dari perantauan terutama episentrum atau zona merah Covid-19, melakukan transit harus melakukan isolasi mandiri dan petugas bisa lebih aktif melakukan pencatatan untuk mitigasi awal,” terang Madroi saat dikonfirmasi Cendana News di Ketapang, Rabu (1/4/2020).
Madroi juga menyebut meski wabah Covid-19 berbahaya, ia mengimbau warga tidak panik dan tetap tenang. Dalam masa pandemi tersebut sejumlah langkah dilakukan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak (social dan physical distancing). Kepatuhan masyarakat menghindari kerumunan sekaligus menjadi cara mencegah rantai penyebaran Covid-19.
Sinergi dengan desa, UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Polsek Penengahan dilakukan dalam kegiatan disinfeksi. Penyemprotan cairan disinfektan memakai kendaraan water canon sekaligus cara sosialisasi kepada masyarakat. Sebab pemerintah daerah hingga kecamatan memiliki langkah untuk pencegahan. Sementara masyarakat juga memiliki peran aktif dalam pencegahan.
“Menghindari kerumunan jadi cara efektif, menjaga PHBS dan menjaga kesehatan keluarga dengan makanan bergizi,” cetusnya.
Pendataan bagi perantau menurut Madroi penting dilakukan selanjutnya dikoordinasikan dengan Puskesmas. Sebab kedatangan sejumlah warga dari zona merah berpotensi menjadi orang dalam pemantauan (ODP). Sebab sesuai data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung pertanggal (1/4) tercatat 998 ODP, 14 pasien dalam pengawasan (PDP), positif 8 orang, negatif 10, sembuh 2 orang dan meninggal 1 orang.

Sahuri, Kepala Desa Sidoasih menyebut ada sekitar 50 orang yang pulang kampung dari rantau. Warga yang datang tersebut berasal dari Jakarta, Jawa Timur,Jawa Barat dan Bengkulu. Sesuai protokol kesehatan Desa Sidoasih telah membuat bilik disinfektan, menyiagakan personel gugus tugas Covid-19 yang mencatat dan mengimbau pendatang melakukan karantina mandiri.
“Sejumlah perantau yang datang umumnya mengaku telah diperiksa suhu tubuh, koordinasi dengan Puskesmas juga telah kami lakukan,” beber Sahuri.
Perantau yang datang ke desanya menurut Sahuri dominan merupakan pekerja dan siswa pesantren. Beberapa santri asal Jawa Timur yang datang secara rombongan dalam bus disebutnya telah dilaporkan ke Puskesmas. Usai menjalani pemeriksaan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan karantina mandiri 14 hari tetap diberlakukan.
Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang menyebut gugus tugas Covid-19 tiap desa memberi laporan warga dari daerah lain. Sesuai protokol kesehatan warga yang baru tiba diimbau lakukan isolasi mandiri 14 hari. Saat ditemukan keluhan demam, batuk, flu maka keluarga harus melaporkan ke Puskesmas dan akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas. Disifeksi oleh Polres Lamsel, Polsek Penengahan ikut membantu pencegahan Covid-19.
Samsu Rizal menyebut pera bidan, perawat dan kader Posyandu sangat penting. Sebab sosialisasi PHBS hingga tingkat desa sangat mutlak dilakukan. Selain itu kepada setiap keluarga dianjurkan menjaga asupan makanan bergizi dan sehat. Bagi sejumlah warga dalam kondisi tidak terpaksa dianjurkan tidak bepergian dan menghindari kerumunan.
“Koordinasi dengan kepolisian dalam proses disinfeksi juga dilakukan bagi sejumlah desa di Ketapang yang berpotensi menjadi tempat kerumunan,” beber Samsu Rizal.
Linawati, warga Desa Way Sidomukti menyebut membantu masyarakat dengan pembuatan masker. Memanfaatkan potensi usaha konveksi ia membuat masker yang didistribusikan. Masker kain yang dibuat tersebut menjadi salah satu alternatif menjaga terpapar virus. Meski menjual masker kain ia menyebut cara tersebut menjadi alternatif solusi kelangkaan masker pabrikan di sejumlah apotek.