Dua Sampel Swab PDP di Sikka Negatif

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sejak diumumkan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo ,Kamis (9/4/2020), mengenai adanya seorang pasien positif Covid-19 dari NTT termasuk peta penyebarannya, membuat banyak pihak menduga pasien tersebut berasal dari kabupaten Sikka.

Pasien bernama El Asamau, asal Kalabahi, Kabupaten Alor tersebut Kamis (9/4/2020) malam bahkan mengumumkan sendiri statusnya lewat Youtube dalam video berdurasi 18,45 menit berjudul “Positif Corona Pertama NTT, Klarifikasi Terkait Banyak Keluarga dan Teman yang Bertanya Sejak Sore”.

“Hari Senin (6/4/2020) lalu kita mengirim 2 sampel swab ke laboratorium BKTL Surabaya dan semalam saya sudah terima hasilnya dinyatakan negatif,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Jumat (10/4/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus yang ditemui di Posko Covid-19, Jumat (10/4/2020). Foto: Ebed de Rosary

Memang ruang isolasi RS TC Hillers Maumere kata Petrus, merawat 2 orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Satu orang rujukan dari kabupaten Nagekeo dengan diagnosa ke arah gagal ginjal dan karena statusnya ODP maka penanganan sesuai tata laksana WHO.

Satu orang dari Namangkewa, kabupaten Sikka terangnya, kondisinya sudah membaik dan telah menjalani operasi usus buntu, sementara pasien asal Nagekei telah hari kesebelas dirawat di rumah sakit.

“Dengan begitu dapat dikatakan kabupaten Sikka masih negatif. Sementara PDP Nagekeo juga sampelnya negatif dan sedang dirawat karena ada penyakit lainnya,” ungkapnya.

Sementara kondisi terakhir beber Petrus, pelaku perjalanan berjumlah 3.998 orang dimana yang selesai pemantauan sebanyak 1.835 orang dan masih dalam pemantauan jumlahnya 2.163 orang.

Selain itu Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 111 orang dimana selesai pemantauan sebanyak 65 orang sementara sisa dalam pemantauan 46 orang, sedangkan PDP 1 dan sudah selesai pemantauan 1 orang.

“Satu orang PDP asal kabupaten Sikka yang sedang dirawat di ruang isolasi merupakan penumpang KM. Lambelu. Dia merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang juga sedang mengalami stroke ringan,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini berharap agar semua jangan terlena, masyarakat harap tetap tenang, tetap berdoa dan menjaga agar Nian Tanah Sikka terhindar dari Covid-19.

Semua harus bersama berjuang tegasnya, baik pemerintah, masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta semua komponen yang ada di kabupaten Sikka agar bersama-sama menjaga Nian Tana Sikka.

“Harap ikuti social distancing, physical distancing untuk memutus mata rantai virus Corona di kabupaten Sikka. Mari berjuang bersama agar tidak ada warga yang tertular virus ini,” pintanya.

Dokter spesialis penyakit dalam yang juga menangani pasien Corona di RS TC Hillers Maumere, dr. Asep Purnama, mengatakan, NTT dikepung dari segala penjuru oleh provinsi yang terpapar Covid-19.

Sementara, migrasi penduduk  dari daerah terpapar menuju ke NTT tidak terbendung sehingga Covid-19 tetap berkemungkinan  hadir di provinsi NTT.

“Apa alasannya? Apa kehebatan kita dibandingkan provinsi lain sehingga kita bisa terhindar dari Covid-19? Menurut saya, Covid-19 pasti akan masuk NTT. Kapan dia akan datang? Hanya masalah waktu saja,” ujarnya.

Dirinya bertanya apakah physical distancing sudah dilaksanakan dengan benar dan cuci tangan sudah dilaksanakan dengan konsisten oleh semuanya serta air, hand sanitizer dan sabun tersedia?

“Apakah semua warga sudah memakai masker? Masker untuk masyarakat sudah mencukupi? Karantina mandiri atau terpusat sudah konsisten dilakukan dengan benar?” tanyanya.

Asep mengajak terus melakukan upaya pencegahan sekuat tenaga karena itulah modal yang utama melawan Covid-19 di provinsi NTT. Sebab dengan konsisten melakukan pencegahan kasusnya tidak melonjak tajam.

“Pencegahan penting agar kasusnya tidak melonjak tajam sehingga infrastruktur kesehatan kita diharapkan masih mampu menangani. Dengan begitu, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat tidak melebihi kapasitas rumah sakit yang ada di NTT,” ucapnya.

Lihat juga...