Desa di Sumbar Turut Dirikan Posko Pengawasan Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PESISIR SELATAN – Nagari/Desa Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mendirikan posko pemeriksaan. Posko itu didirikan bertempat di perbatasan antar dua desa yakni Sungai Pisang Padang dan Sungai Pinang Tarusan.
Wali Nagari Sungai Pinang, Azli, mengatakan, tujuan didirikan posko pemeriksaan itu, karena masih ada kendaraan yang melintasi lokasi wisata Mandeh, yang turut melintasi dua desa tersebut.
Padahal jalan baru menuju Kawasan Mandeh itu untuk sementara waktu telah ditutup guna menghindari penyebaran virus Covid-19, namun beberapa wisatawan masih tetap bersikukuh ingin melewati jalan tersebut.
“Menghindari hal tersebut kita Pemerintahan Nagari Sungai Pinang Kecamatan Koto XI Tarusan mendirikan posko pemeriksaan. Jadi setiap wisatawan yang melintasi jalan itu, kita lakukan pemeriksaan kesehatan. Tujuannya, supaya masyarakat di desa kami tidak terpapar virus mematikan itu,” katanya, Selasa (14/4/2020).
Menurutnya, menjadi desa dalam bagian kawasan wisata Mandeh, ada rasa khawatir bagi masyarakat terhadap kedatangan orang luar dari desa tersebut. Meskipun telah ada penutupan jalan, namun tetap saja wisatawan nekad menorobos penutupan jalan tersebut.
“Ya sudah dilakukan penutupan jalan oleh Pemkab Pesisir Selatan atas instruksi pak gubernur. Tapi sepertinya penutupan itu saja tidak mempan. Makanya kami berinisiatif mendirikan posko pemeriksaan ini,” ujarnya.
Terkait dalam melakukan pemeriksaan ini, Pemerintah Nagari/Desa itu telah melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas setempat, untuk turut membantu melakukan pemeriksaan terhadap wisatawan yang datang ke kawasan Mandeh dalam situasi wabah Covid-19.
Selain itu desa itu, langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19 juga turut dilakukan oleh Nagari/Desa Kampung Baru Korong Nan Ampek, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Dimana desa ini mendirikan Posko Pengawasan Covid-19 sebagai upaya pencegahan penyebaran virus yang kini telah menyebabkan ribuan orang di Indonesia terpapar.
Melihat adanya semangat dan kekompakan masyarakat dalam penanganan Covid-19 itu, Ketua DPRD Pesisir Selatan, Ermizen, juga turut mendatangi Posko Pengawasan yang berada di Desa Kampung Baru Korong Nan Ampek tersebut.
Ia menyatakan, hal yang telah ditunjukkan oleh masyarakat di pedesaan itu, menunjukkan mereka memiliki komitmen untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Saya sengaja datang ke posko ini, untuk melihat hal yang dilakukan masyarakat dalam suasana wabah Covid-19. Ternyata ada posko, dan bahkan petugas posko itu rela bekerja selama 24 jam secara bergantian dengan melibatkan pihak pemerintah nagari dan pemuda setempat,” katanya.
Kendati ada rasa semangat dalam kegiatan sosial itu, Ermizen mengimbau kepada masyarakat yang terlibat dalam posko itu, untuk selalu menjaga kesehatan, karena turut menjadi bagian garda terdepan dalam penanganan Covid 19 tersebut.
Di satu sisi, ia menyambut baik dan mengapresiasi atas ide-ide yang diterapkan oleh masyarakat di Pesisir Selatan itu.
“Tadi ada beberapa bantuan berupa minuman dan makanan untuk petugas yang ada di posko itu. Karena berada di posko dengan waktu 24 jam tidaklah muda. Untuk itu perlu kesediaan minuman dan makanan,” sebutnya.
Ermizen menjelaskan terkait ada posko pengawasan dari desa itu, Pemkab Pesisir Selatan juga telah lebih dulu mendirikan Posko Pengawasan Covid-19 di perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan dengan Kota Padang.
Di sana pihak yang terlibat yakni personel dari Pemkab Pesisir Selatan, tenaga medis hingga aparat pengamanan.
Dikatakannya kini Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Gugus Tugas Penanganan Covid-19 terus melakukan berbagai langkah pencegahan Covid-19.
Langkah itu hendaknya didukung penuh oleh semua pihak agar pencegahan Covid-19 dapat dilakukan secara maksimal.