Dampak Covid-19, UPT Konservasi Penyu di Sumbar Ditutup Sementara
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PADANG — Tiga lokasi UPT Konservasi Penyu di Sumatera Barat turut ditutup selama masa wabah Covid-19. Langkah tersebut diambil Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat untuk mencegah terjadinya keramaian.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri menjelaskan, tiga lokasi konservasi penyu yang ditutup itu yakni di Pantai Air Manis Kota Padang, di Kota Pariaman dan di Gasan, Kabupaten Padangpariaman.
Penutupan UPT Konservasi Penyu di lokasi tersebut, khusus diberlakukan bagi wisatawan dan masyarakat umum. Sedangkan bagi mahasiswa dan pihak-pihak yang melakukan penelitian penyu masih tetap dibuka.
“Kita tidak ingin ada kabar bahwa penyebaran Covid-19 ini berasal dari lokasi Konservasi Penyu. Nah, makanya kita harus menutup dulu bagi masyarakat umum,” katanya, Senin (27/4/2020).
Menurutnya, di Sumatera Barat tidak hanya memiliki lokasi Konservasi Penyu di tiga lokasi tersebut, tapi juga ada tersebar di beberapa daerah, di antaranya di Kabupaten Pesisir Selatan dan Pasaman Barat. Namun untuk daerah itu, kunjungan warga hanya pada momen libur lebaran.
“Seperti di Pesisir Selatan, ada tempat konservasi penyu juga, tapi itu bukan UPT dari provinsi. Namun, di sana juga ramai yang berkunjung, sudah menjadi edukasi wisata. Tapi ramainya itu hanya sewaktu libur lebaran saja,” jelasnya.
Yosmeri menyebutkan lokasi konservasi penyu di era sekarang seakan sudah menjadi tren wisata bagi banyak orang. Hewan yang dilindungi itu, menjadi sebuah yang unik untuk dilihat dengan jarak dekat.
“Jadi kalau tidak kita tutup tempat itu, bisa-bisa jadi lokasi keramaian. Padahal maklumat Kapolri jelas menyatakan melarang untuk mengadakan kegiatan yang sifatnya ramai,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Laskar Turtle Camp di Konservasi Penyu Ampiang Parak, Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Haridman mengatakan, di lokasinya itu juga telah melakukan penyemprotan disinfektan, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Ia mengaku, sejauh ini, meski tidak ada pengunjung, lokasi konservasi penyu tetap melakukan berbagai kegiatanya.
“Kita tetap melakukan kegiatan seperti biasa yakni memantau penyu yang bertelur dan tetap merawat penyu lainnya,” ungkapnya.
Dikatakannya biasanya kunjungan akan ramai datang ke konservasi penyu nya itu di waktu libur lebaran. Bahkan per hari itu, kunjungan orang yang melakukan wisata edukasi mencapai ribuan.
“Kalau untuk lebaran mendatang itu, kita belum tahu lagi, apakah konservasi penyu di sini ditutup untuk kedatangan orang ramai, entah bagaimana. Intinya kita lihat situasi dulu. Kalau virus Covid-19 ini belum membaik, tentu kita tidak bisa memaksakan tetap membuka konservasi ini,” tegasnya.