Virus Corona Beri Berkah Petani Empon-empon di Gunung Kidul
Editor: Koko Triarko
YOGYAKARTA – Meski dikhawatirkan banyak pihak, menyebarnya virus Corona hingga ke Indonesia sejak beberapa waktu terakhir, juga memberikan berkah tersendiri bagi para petani di Kabupaten Gunung Kidul. Banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi empon-empon karena dinilai mampu menjadi penangkal ampuh virus Corona, membuat harga jual sejumlah komoditas itu di tingkat petani meningkat drastis.
Hal itulah yang membuat warga masyarakat, khususnya petani di kabupaten Gunung Kidul yang memang biasa menanam empon-empon seperti jahe, kunyit, lengkuas, kencur, dan sebagainya mampu meraup keuntungan lebih dari biasanya.
Sejak beberapa hari terakhir, harga jual empon-empon seperti lengkuas basah, misalnya, naik dari semula Rp3.000 menjadi Rp5.000 per kilogram. Begitu juga dengan harga jual jahe yang melonjak drastis dari semula Rp20ribu menjadi Rp35ribu per kilogramnya.
Salah seorang petani di Kebonpring, Natah, Nglipar, Ripto, mengatakan kenaikan harga jual empon-empon yang terjadi sejak seminggu terakhir menjadi berkah tersendiri baginya.
“Sejak beberapa hari terakhir, harganya memang naik. Ya, lumayanlah buat petani kecil seperti kita. Paling tidak bisa untuk lebih banyak dari biasanya,” ungkapnya, Senin (9/3/2020).
Mayoritas masyarakat di kabupaten Gunung Kidul memang terbiasa menanam berbagai macam jenis empon-empon, seperti jahe, kunyit, lengkuas, kencur, dan lainnya. Namun, biasanya penanaman hanya dilakukan sebatas di pekarangan-pekarangan rumah dalam skala kecil.
Meski begitu, karena hampir semua warga biasa menanam empon-empon, jika diakumulasi hasil produksi empon-empon dari kabupaten Gunung Kidul tergolong cukup besar. Di satu wilayah dusun saja, hasil produksi jahe bisa mencapai 2 kuintal.
“Meskipun hanya ditanam di pekarangan rumah, namun jika dikumpulkan hasil empon-empon masyarakat sebenarnya cukup besar. Di dusun Kebonpring ini saja, hasil panen jahe bisa mencapai sekitar 2 kuintal,” ungkap Dukuh Kebonpring, Ristadi.